MALANGTIMES - Tenggelamannya 3 korban di area air terjun Coban Talun Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji diperkirakan terkena pusaran air yang berada di bawah. Ke tiga korban ini merupakan pelajar SD Insan Mulia Malang.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Kejadian ini terjadi pada pukul 14.20 WIB, Selasa (11/12/2018). Rombongan dari sekolah ini ada 38 pelajar dan 8 guru yang ada di lokasi kejadian.
Kepala Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Sasmito mengatakan, diduga ke tiga korban ini tersedot arus air bawah. Sebab di bawah air itu kedalaman kurang lebih 4 meter terdapat lempengan.
“Jadi posisi tenggelamnya siswa itu terdapat lempengan sehingga ada arus air. Diduga tenggelamnya karena ini,” ujar Sasmito.
Untuk saat ini garis polisi sudah terpasang di area air terjun Coban Talun tersebut. Puluhan tim pencarian mencari disekitar area air terjun itu tetapi tidak melakukan penyelaman.
Menurutnya saat ini yang bisa dilakukan adalah standby di lokasi. Untuk menunggu jika ada kemungkinan korban naik dipermukaan Kondisi air berarus kencang dan pusaran.
Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu
“Visibility 0, kedalaman sktr 3-4 meter. Rabu (12/12/2018) m dilakukan penyelaman saat sudah terang,” imbuhnya.
Sebab di sana terdapat lempengan. arus dibawah air ada arus, 4 meter. Diduga tersedot air dibawah Sasmito Ketua BPBD.
Ketiga korban itu yakni Najwa (9), Taskiya (9), dan Hanan (9 tahun) pelajar SD Insan Mulia Malang. Kronologi kejadian rombongan dari SD Insan Mulia Malang bermain di sekitar Coban Talun.
