JATIMTIMES - Suara bising kendaraan di panasnya aspal jalanan sudah akrab di telinganya. Lama menggeluti hobi motor custom, menjadikannya bebas berekspresi. Aktivitas yang identik dengan kaum Adam itu masih digeluti hingga kini ia merintis karis menjadi MC disjoki.
Ialah Bilqis Almeyda alias Bicheese. Perempuan asal Sukoharjo, Kojen, Kota Malang itu sudah lama membangun dan mengkreasikan sepeda motor tua untuk mengaspal di jalanan. Ketertarikan yang muncul dari rasa penasaran membawanya ikut larut di dunia modifikasi sepeda motor.
Baca Juga : Waspada Jalan Licin di Musim Hujan, Ini Tips Berkendara Aman ala Honda
"Singkatnya dulu gara-gara teman main motor begitu, terus akhirnya tertarik juga. Kok lucu ya punya motor begitu, akhirnya iseng ngulik motor ternyata custom, bikin sendiri setelah tahu," ungkap Bilqis.

Diakuinya, hobi itu dimulai dari mengumpulkan tabungannya. Freelancer dan kreator konten itu rela menyisihkan uang demi membeli dan membangun motor custom impiannya. Sedikit demi sedikit akhirnya mampu diwujudkan.
Tahun 2021 adalah awal di mana Bilqis menabung untuk merakit sepeda motor mulai dari nol. Dari body, ban, dan banyak komponen lain harus dicarinya secara mandiri. Ia juga tak bisa melakukan sendiri tanpa dukungan rekan-rekannya. Mereka yang sesama penghobi motor custom, diakuinya tak pelit wawasan.
"Dari temen-temen bisa banyak tahu. Pengetahuan dari lingkungan, setiap hari main dengan teman-teman di lingkungan penghobi motor juga dapat bimbingan," katanya.

Motor yang dibangunnya sekarang sejak awal tahun 2023. Dia senang lantaran bisa membangun sendiri dengan pengetahuan yang dia punya. Dengan biayanya sendiri dia mampu menyulap sepeda motor jenis Honda Grand versinya sendiri yang lebih unik.
Nency, nama yang ia bubuhkan untuk salah satu motor custom yang dibangunnya. "Biar keliatan ada jiwanya, Basic-nya Grand custom sendiri mulai benerin dan rawat sampai sekarang. Bukan untuk harian tapi keluar kalau ada event touring atau main jauh," ungkapnya.
Banyak bertemu teman baru membuat Bilqis tak sulit untuk bertahan, menemukan alasan untuk meneruskan kegemarannya. Ia juga mengaku harus pandai mengatur keuangan untuk bisa menjalankan hobinya itu. Tak jarang sparepart yang harus dibeli tak murah baginya.
"Semua anak motor custom pasti bermula dari menabung. Perlahan kita bangun dan akhirnya bisa jadi yang diinginkan. Kesulitannya hanya ketika trouble mungkin," jelasnya.
Ia menceritakan, keseruannya menggarap dan merawat motor custom tak lain saat ada kendala motor yang benar-benar harus ditangani sendiri. "Kalau misal rewel benerin sendiri gak semua orang bisa benerin motor custom," urai perempuan yang pernah bersekolah di SMK Grafika itu.
Beberapa event sepeda motor custom sanagat sering dijumpai di Malang. Hal itu membuatnya bersemangat. Malang baginya adalah kota dengan orang orang yang punya kreatifitas tinggi. Baik itu even tahunan maupun even dadakan dan even bergengsi dua tahun sekali. Satu sepeda motor, Bilqis menghabiskan lebih dari Rp15 juta.
Baca Juga : Siswi SMP Kota Malang Jadi Korban Ekshibisionisme, Sempat Rekam Wajah Pelaku
Bagi Bilqis, motor custom sudah menjadi kesenangan yang tak bisa ditinggalkan. Dirinya merasa bebas berkarya dan berekspresi, nemambah teman dan koneksi. Meski sesekali stigma menghampiri, ia tetap menggeluti dunianya asalkan itu positif.
"Mungkin ada beberapa stigma atau omongan orang. Seperti dibilang motor aneh, lah. Motor gak jelas lah , dan sebagainya. Tapi aku cuek aja, karena apa yang dilakukan bukan hal yang negatif kok," katanya.
Dukungan dari teman-temannya lah yang menguatkan. Keluarga juga tak ada larangan selama tak merugikan.
"Bahkan bisa jadi diri sendiri lebih ekspresif, mengesampingkan beban. Selama kegiatan positif apapun yang dilakukan silakan. Jangan lupa berharal agar diperlancar sama tuhan. Kita yang masih muda, jalan kita masih panjang," pesannya.
Tak hanya hobi motor custom, Bicheese juga bergelut di dunia hiburan. Merintis karir perlahan sebagai MC Disjoki atau MC DJ. Dari Malang, ia merambah kota lain dan kini menjumpai Tangerang sebagai kota berikutnya bagi Bilqis untuk bisa berkembang.
"Sekarang lagi sambil merintis MC DJ. Karena belajar banyak dan ingin berkembang lagi lebih baik, akhirnya sekarang di Tangerang," katanya.
Ia merasa harus terus upgrade skill. Sehingga ia perlu fokus lebih banyak berjejaring dan belajar. Sedikit demi sedikit ia dipercaya sebagai pemandu musik yang identik dengan hiburan malam itu.
"Sementara yang pernah di MC beberapa cukup punya nama seperti Nathalie Holscher, Aidin Perwira, Al Ghazali. Pengennya terus upgrade ya, sambil tetap jalani hobi. Di Malang ada (Motor Custom), di Tangerang juga ada," imbuhnya.
