JATIMTIMES - Doa Kamilin, yang sering diamalkan oleh umat Islam setelah melaksanakan Salat Tarawih setiap malam di bulan Ramadan, merupakan doa panjang yang mengandung 24 permintaan dan harapan yang dipanjatkan kepada Allah SWT.
Nama "Kamilin" diambil dari salah satu kalimat awal dalam doa tersebut, yang berarti “orang-orang yang sempurna imannya”. Diolah dari beberapa sumber, salah satunya kalamsindo, doa ini tidak hanya mengandung permohonan akan kebaikan di dunia dan akhirat, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Baca Juga : Kapan Malam Nuzulul Quran 2025? Ini Jadwal dan Keistimewaannya
Doa Kamilin yang dipanjatkan setelah Salat Tarawih beberapa diantaranya bertujuan untuk memohon keberkahan, pengampunan, meningkatkan kualitas ibadah serta keselamatan di dunia dan akhirat.
Waktu yang disarankan untuk membaca doa kamilin adalah setelah menyelesaikan sholat tarawih, baik 8 rakaat maupun 20 rakaat.
Terkait hukum membaca Doa Kamilin, Buya Yahya, Pimpinan Pondok Pesantren Al Bahjah, menjelaskan bahwa meskipun tidak ada nash yang secara khusus menyebutkan doa ini, namun doa yang mengandung permintaan untuk kebaikan seperti iman, zakat, dan pengampunan adalah doa yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Dalam salah satu ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa doa ini memiliki makna yang baik dan tidak perlu dipersoalkan, asalkan tidak ada yang bertentangan dengan syariat Islam.
"Semua ada dalilnya kalau dirinci. Saya suka mendengar bid'ah doa tarawih itu. Apa yang salah dari maknanya, kalau ada yang salah dari maknanya dihapus saja. Minta surga, bisa minum air susu surga masa tidak boleh, aneh, semoga Allah mengampuni orang-orang aneh seperti itu," ujar Buya Yahya dalam sebuah tausiyah di AlBahjah TV.
Buya Yahya juga menegaskan bahwa membaca doa Kamilin bukanlah suatu dosa. Sebaliknya, doa tersebut boleh dipanjatkan selama maknanya tidak menyimpang. Doa ini sangat sesuai dengan keagungan bulan Ramadan dan mengandung harapan yang indah bagi umat Islam.
Baca Juga : Lirik Lengkap dan Terjemahan Lagu Sinarengan Denny Caknan-Bella Bonita
Dengan doa Kamilin, umat Islam dapat merasakan kedekatan dengan Allah SWT, memohon ampunan-Nya, serta berharap untuk diberikan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Pada bulan Ramadan yang penuh berkah ini, doa ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat ikatan spiritual dan meningkatkan amalan ibadah.
Sementara itu, berikut bacaan ini Doa Kamilin:
"Allahummaj'alna bil imani Kamiliin. Wa lil faraaidhi muaddiin. Wa lish-sholati haafidhiin. Wa liz-zakaati faa'ilin. Wa lima 'indaka thaalibiin. Wa li 'afwika raajiin. Wa bil-huda mutamassikiin. Wa 'anil laghwi mu'ridhin. Wa fid-dunya zahdiin. Wa fil 'akhirati raghibiin. Wa bil-qadhaa i raadliin. Wa lin na'ma i syakiriin. Wa 'alal balaa i shobirin. Wa tahta liwaa i Muhammadin shallallahu 'alaihi wasallam yaumal qiyamati saa iriina wa alal haudli waaridiin. Wa ilal jannati daakhiliin. Wa minan naari naajiin. Wa 'alaa sariirl karaamati qaa'idiin. Wa bi hurun 'in mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqîn wadiibaajin mutalabbisiin. Wa min tha'amil jannati Aakiliin. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syaaribiin. Bi akwaabin wa abaariiqa wa ka-sin min ma'iin. Ma'al ladziina an'amta 'alaihim minan Nabiyyina wash shiddiiqiina wasy syuhadaa i wash sholihiina wa hasuna ulaa ika rafiiqaa. Daalikal fadh-lu minallaahi wa kafaa billaahi 'Aaliman. Allahummaj'alnaa fi haadzihil lailatisy syahrisy syarifail mubarakah minas su'adaa’il maqbuuliin. Wa laa taj'alna minal asyqiyaa il marduudiin. Wa shallallahu 'ala sayyidin Muhammadin wa Aihi wa shahbihi ajma'in. Birahmatika ya Arhamar Rahimin wal hamdulillahi Rabbil 'Alamiin."
Doa ini memiliki arti, "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara sholat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadha-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga Beliau (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para Nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang semua penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
