Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

5 Perbuatan yang Dapat Menghapus Pahala Puasa

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13 - Mar - 2025, 08:36

Placeholder
Ilustrasi gosip. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan bagi umat Islam. Di dalamnya, setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Namun, ada beberapa perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa jika tidak dihindari. 

Puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu serta menjaga sikap dan perilaku. Rasulullah saw pernah mengingatkan bahwa ada orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa pun selain rasa lapar dan haus. 

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش 

Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i). 

Setidaknya ada lima hal yang dapat menghapus pahala puasa seseorang di bulan Ramadan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda: 

خمسٌ يُفطِرن الصّائِم: الغِيبةُ، والنّمِيمةُ، والكذِبُ، والنّظرُ بِالشّهوةِ، واليمِينُ الكاذِبةُ 

Artinya: “Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa: membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu” (HR Ad-Dailami). 

Baca Juga : Tips Puasa Aman Bagi Penderita Diabetes dari Dokter Zaidul Akbar

Berikut lima hal yang dapat merusak pahala puasa seseorang:
1. Berbohong
Berbohong adalah salah satu dosa yang sangat dilarang dalam Islam. Selain merusak kepercayaan, kebiasaan ini juga dapat menghilangkan pahala ibadah, termasuk puasa. Seorang Muslim hendaknya selalu berkata jujur dan menjauhi kebohongan agar puasanya tetap bernilai di sisi Allah. 

2. Ghibah (Menggunjing)
Menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain adalah perbuatan yang dapat menghapus pahala puasa. Allah dan Rasul-Nya melarang keras ghibah karena dapat menimbulkan permusuhan serta merusak ukhuwah Islamiyah. Dalam Al-Qur'an, ghibah diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri, yang menunjukkan betapa buruknya perbuatan ini. 

3. Adu Domba
Adu domba atau memprovokasi orang lain agar saling bermusuhan adalah tindakan tercela yang merusak hubungan sosial. Di bulan Ramadan, menjaga lisan dari perkataan yang bisa memecah belah sangat penting agar pahala puasa tetap terjaga. Menyebarkan kebohongan atau fitnah hanya akan membawa dosa dan menjauhkan seseorang dari keberkahan bulan suci ini. 

4. Memandang dengan Syahwat
Menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan adalah bagian dari kesempurnaan ibadah. Memandang lawan jenis dengan syahwat bisa membangkitkan hawa nafsu dan mengurangi kekhusyukan dalam beribadah, termasuk puasa. Oleh karena itu, seorang Muslim harus berusaha menahan pandangannya agar ibadah puasanya tetap bernilai di sisi Allah. 

Baca Juga : Kapan Malam Nuzulul Quran 2025? Ini Jadwal dan Keistimewaannya

5. Sumpah Palsu
Bersumpah palsu atau berkata tidak jujur atas nama Allah adalah dosa besar yang dapat menghapus pahala ibadah. Kejujuran adalah bagian dari iman, dan seorang Muslim harus menjaga ucapannya, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah. 

Itulah 5 perbuatan yang dapat menghapus pahala puasa. Agar puasa tidak sia-sia, umat Islam perlu menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang dapat mengurangi atau bahkan menghapus pahalanya. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan diri dari segala bentuk keburukan. Semoga informasi ini bermanfaat.


Topik

Agama Puasa puasa ramadan ramadan batal puasa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni