JATIMTIMES – Keluhan terkait praktik pembakaran sampah dan lahan sisa pertanian secara sembarangan mencuat di wilayah Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu. Aktivitas pembakaran yang terus berulang ini dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu kesehatan pernapasan serta meningkatkan risiko terjadinya kebakaran yang lebih luas di kawasan lereng pegunungan.
Keresahan tersebut menyebar di media sosial setelah salah seorang warga mengunggah keluhannya melalui akun TikTok @mamarumiiii. Dalam unggahan tersebut, tampak asap tebal membubung di sekitar permukiman dan area perkebunan warga akibat pembakaran sampah serta sisa-sisa hasil panen.
Baca Juga : Gandeng Kejari, Bank Jatim Cabang Batu Selamatkan Uang Negara Rp 2,3 Miliar dari Pemulihan Kredit Bermasalah
Warga mengaku telah berusaha mengadukan permasalahan ini secara resmi kepada berbagai pihak berwenang di Kota Batu. Laporan tersebut bahkan telah disampaikan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), jajaran DPRD Kota Batu, Polsek hingga ke pihak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu.
Kendati laporan sudah dikirimkan, warga merasa respons yang diterima sejauh ini masih sebatas formalitas. Tanggapan yang didapatkan umumnya hanya berupa ucapan terima kasih atas laporan yang disampaikan, tanpa adanya tindakan nyata di lapangan atau sosialisasi penertiban secara langsung.
Laila, pemilik akun @mamarumiiii saat dikonfirmasi menyampaikan kondisi ini jadi kekecewaan bagi masyarakat setempat karena praktik pembakaran sampah sisa panen masih terus dijumpai di kawasan Pesanggrahan. Belum adanya larangan keras atau sanksi tegas dari pemerintah daerah dinilai membuat sebagian pihak terus melakukan kebiasaan buruk tersebut tanpa rasa takut.
Kekhawatiran warga kian beralasan mengingat kawasan pegunungan sekitar Kota Batu, seperti Gunung Buthak, beberapa waktu lalu sempat mengalami peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa kebakaran tersebut meninggalkan kabut asap serta menyisakan trauma tersendiri bagi warga yang tinggal di kawasan lereng.
Aktivitas pembakaran lahan bekas panen yang berdekatan dengan area hutan dan permukiman dinilai sangat berisiko memicu kebakaran susulan. Mengingat cuaca yang sering kali tidak menentu dan angin kencang di daerah dataran tinggi, percikan api kecil dari pembakaran sampah bisa dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan.
Baca Juga : Keluhkan Polusi Aktivitas Bakar Sampah, Warga Pesanggrahan Minta Pemkot Batu Keluarkan Larangan Tegas
Melalui aduan yang viral tersebut, warga berharap Pemkot Batu bersama instansi terkait dapat mengambil langkah konkret dan tegas. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menunggu aduan menjadi viral, namun secara aktif menerbitkan regulasi atau penegakan aturan yang melarang pembakaran sampah di ruang terbuka.
"Harapannya agar penanganan masalah lingkungan ini dijadikan prioritas oleh pemerintah daerah, juga mencegah bencana alam maupun gangguan kesehatan di masyarakat," imbuh Laila. Dia menilai edukasi mengenai pengolahan sampah mandiri serta kesadaran menjaga lingkungan dinilai mendesak untuk segera diterapkan di Kota Batu.
