JATIMTIMES - Abu vulkanik yang terlihat seperti debu biasa ternyata menyimpan bentuk dan struktur yang menarik ketika diamati menggunakan mikroskop. Komunikator Sains Andrea Novita memperlihatkan secara langsung bagaimana rupa abu vulkanik pada skala mikroskopis.
Dalam praktiknya, Andrea mengambil sampel abu vulkanik yang menempel pada mobilnya. Kemudian Andrea memindahkannya ke gelas preparat. Sampel tersebut ditetesi air steril sebelum diletakkan di bawah mikroskop.
Baca Juga : PBB Adopsi Peta Dunia Baru, Ini yang Berubah dari Peta yang Selama Ini Kita Lihat
Hasilnya, abu vulkanik tampak sebagai kumpulan partikel dengan bentuk yang tidak beraturan. Saat diperbesar, struktur partikelnya terlihat semakin jelas, termasuk pantulan warna dari sejumlah kristal yang terkandung di dalamnya.
“Abu vulkanik ini bukan debu hitam biasa, tapi adalah pecahan batuan, kaca vulkanik, dan berbagai mineral kristal,” tegas Andrea.
Menurut Andrea, tampilan abu vulkanik di bawah mikroskop memang terlihat unik dan bahkan indah. Namun, di balik bentuknya yang menarik, partikel tersebut dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan apabila terhirup.
Hal ini berkaitan dengan karakteristik fisik partikel abu vulkanik yang memiliki permukaan, tepi, dan sudut yang tajam. Karena ukurannya sangat kecil, partikel tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan iritasi.
“Bentuk mikroskopisnya tuh punya tepi dan sudut yang tajam. Ibaratnya kayak kaca, tapi kecil banget. Jadi bakal bahaya kalau masuk ke pernapasan,” imbuh Andrea.
Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan seperti iritasi, peradangan, hingga batuk-batuk, terutama ketika konsentrasi abu di udara cukup tinggi. Karena itu, masyarakat yang berada diwilayah terdampak atau masih berpotensi terpapar abu vulkanik diimbau untuk tetap waspada.
Baca Juga : Wali Kota Blitar Turun Cek Karya Mas di Jalan Jati Gang 5, Pastikan Aspirasi Warga Berbuah Pembangunan
Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan menjadisalah satu langkah perlindungan untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu. "Stay safe teman-teman, kalau maukeluar jangan lupa pakai masker,” imbau Andrea.
Pengamatan sederhana melalui mikroskop tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sesuatu yang terlihat sepele dengan mata telanjang dapat memiliki karakteristik yang berbeda ketika dilihat pada skala yang lebih kecil. Di balik penampilannya yang menyerupai debu, abu vulkanik merupakan material vulkanik yang terdiri atas pecahan batuan, kaca vulkanik, dan mineral.
Dengan demikian, fenomena abu vulkanik bukan hanya menarik untuk dipelajari dari sisi sains, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan ketika berada di lingkungan yang terdampak aktivitas vulkanik.
