JATIMTIMES - Baru-baru ini viral video yang memperlihatkan detik-detik erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Dalam video tersebut tampak material vulkanik menyembur dari kawah saat sejumlah orang berada di sekitar kawasan gunung.
Narasi dalam video bahkan menyebut pendaki menjadi korban akibat erupsi tersebut. Namun benarkah demikian?
Baca Juga : Tren Foto AI Gaya 80-an Viral, Benarkah Bikin Boros Air?
Dalam narasi yang diunggah akun Instagram @internet_thought disebutkan bahwa para pendaki Gunung Dukono dilaporkan tewas.
"Letusan tiba-tiba Gunung Dukono di Maluku Utara, Indonesia, mengirim kolom abu vulkanik besar yang melonjak sekitar 10 kilometer ke langit, mengubah apa yang dimulai sebagai perjalanan gunung menjadi insiden tragis," tulis dalam keterangan akun tersebut.
"Setidaknya tiga pendaki dilaporkan tewas, termasuk dua warga negara Singapura dan satu warga negara Indonesia, sementara beberapa lainnya diselamatkan. Pihak berwenang sebelumnya telah memperingatkan orang-orang untuk menjauh dari area kawah gunung berapi di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik," sambung keterangannya.
Sontak unggahan itu pun ramai menuai beragam respons. Salah satunya datang dari akun Instagram @suradamm.
"Diedit Itu bukan dari Indonesia, itu sebenarnya dari gunung Fuego di Guatemala," ungkapnya.
"Telah banyak melihat video yang seharusnya berasal dari negara lain tetapi diberi judul sebagai Indonesia. Mereka jelas ingin mendapatkan banyak penonton," @hydrogen_nana.
Penelusuran JatimTIMES terhadap video serupa menunjukkan rekaman erupsi dengan visual pendaki yang berada dekat dengan letusan pernah dikaitkan dengan Gunung Fuego atau Volcán de Fuego di Guatemala.
Rekaman Gunung Fuego tersebut bahkan pernah masuk dalam penelusuran isu hoaks dan dinyatakan sebagai video erupsi gunung di Guatemala, bukan Gunung Dukono di Indonesia.
Karena itu, narasi yang menempelkan video tersebut dengan Gunung Dukono perlu diwaspadai. Terlebih jika unggahan turut menambahkan klaim mengenai pendaki tewas tanpa menyertakan sumber resmi.
Meski begitu, bukan berarti Gunung Dukono tidak mengalami erupsi.
Baca Juga : SMKN 1 Gedangan Malang Diduga Lakukan Praktik Jual Beli Seragam, LIRA Desak Disdik Jatim Memeriksa
Sebagai informasi, Gunung Dukono berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Gunung api tersebut memang masih menunjukkan aktivitas erupsi pada 2026.
Pada 8 Mei 2026, misalnya, Gunung Dukono mengalami erupsi besar dengan kolom abu dilaporkan mencapai sekitar 10 kilometer. Saat kejadian tersebut, sejumlah pendaki masih berada di kawasan gunung.
Tim SAR kemudian melakukan evakuasi. Tiga pendaki yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan meninggal dunia. Dua korban merupakan warga negara Singapura dan satu lainnya warga Indonesia.
Pascaerupsi tersebut, PVMBG mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah aktif Gunung Dukono. Status gunung juga berada pada Level II atau Waspada.
Aktivitas Gunung Dukono belum berhenti. Data pemantauan yang dirangkum Smithsonian Global Volcanism Program dari laporan PVMBG menyebut erupsi masih berlangsung pada 2 September 2026 dan statusnya tetap Level II atau Waspada.
Aktivitas tersebut juga masih terpantau menjelang pertengahan September. Pada 10-11 September 2026, abu vulkanik Gunung Dukono terdeteksi hingga ketinggian sekitar 7.000 kaki atau 2,1 kilometer. Sebarannya bergerak mengikuti arah angin dan mencakup sebagian wilayah Halmahera Utara serta wilayah sekitarnya.
Data hingga 7 September 2026 juga mencatat Gunung Dukono telah mengalami sekitar 230 kali letusan sepanjang tahun ini.
Dengan demikian, informasi yang perlu diluruskan bukan berarti Gunung Dukono sedang tidak aktif. Gunung tersebut memang masih mengalami erupsi. Yang perlu dipastikan adalah video hoaks yang menarasikan Gunung Dukono. Semoga informasi ini membantu ya.
