JATIMTIMES - Sejumlah sekolah di Kota Malang masih membutuhkan perbaikan meski program revitalisasi pendidikan terus berjalan. Pemkot Malang kini mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar melalui PAK APBD 2026.
Tambahan anggaran tersebut disiapkan untuk memperbaiki belasan lembaga pendidikan yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah kerusakan pada bagian atap bangunan sekolah.
Baca Juga : Pencarian Hari Kedua 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil, 7 SRU Dikerahkan
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengatakan, kerusakan atap menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga sekolah. Karena itu, sejumlah sekolah dinilai membutuhkan penanganan segera.
“Kami kemarin mengajukan tambahan anggaran Rp 1,45 miliar pada PAK,” ujar Suwarjana.
Usulan tersebut mencakup lembaga pendidikan mulai jenjang TK, SD hingga SMP. Namun, daftar sekolah penerima belum dapat dipastikan karena tambahan anggaran masih dalam pembahasan bersama DPRD Kota Malang.
“Anggarannya belum fixed, masih dilakukan pembahasan dengan DPRD,” katanya.
Suwarjana menjelaskan, selama ini revitalisasi sekolah di Kota Malang sebagian besar mendapat dukungan pemerintah pusat melalui anggaran APBN. Persoalannya, tidak seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan dapat langsung terakomodir dalam program tersebut.
Kondisi itu membuat Disdikbud berupaya menggunakan ruang fiskal daerah untuk menangani sekolah yang dinilai mendesak. Terutama bangunan yang kerusakannya berpotensi mengganggu aktivitas belajar maupun keselamatan siswa.
Baca Juga : Disdik Kabupaten Malang Dorong Sekolah Jadi Penguat Pelaksanaan Program MBG
“Dengan tambahan ini harapannya semakin banyak sekolah yang bisa diperbaiki. Tidak hanya mengandalkan dana yang bersumber dari APBN,” tutur Suwarjana.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu menyebut usulan anggaran perbaikan sekolah mencapai sekitar Rp 1,54 miliar. Rinciannya, Rp 1,464 miliar untuk 14 lembaga pendidikan TK dan SD serta Rp 76 juta untuk bangunan SMP.
Jika usulan tersebut disetujui, total anggaran perbaikan sekolah melalui APBD Kota Malang pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp 3,3 miliar. Anggaran itu diarahkan untuk menangani sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.
“Total perbaikan dilakukan kepada 24 SD dan 2 SMP yang mengalami kerusakan sedang dan berat,” kata Wahyu.
