Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Pencarian Hari Kedua 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil, 7 SRU Dikerahkan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

09 - Sep - 2026, 18:16

Placeholder
Tim SAR gabungan melakukan pencarian delapan orang yang berada di dalam speed boat dan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Foto: Basarnas Banten)

JATIMTIMES - Upaya pencarian delapan orang yang berada di dalam speed boat dan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, belum membuahkan hasil. Memasuki hari kedua operasi SAR, tim SAR gabungan memperluas penyisiran dengan membagi personel ke tujuh search and rescue unit (SRU).

Penyisiran dilakukan di sejumlah sektor dengan mengerahkan kapal dan perahu karet milik berbagai unsur SAR. Tim juga melakukan pemantauan visual di sejumlah titik yang dinilai berkaitan dengan lokasi pencarian.

Baca Juga : Semeru Erupsi 4 Kali hingga Sore Ini, Warga Malang Sempat Heboh Dengar Dentuman

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad  mengatakan seluruh unsur dan peralatan yang tersedia dikerahkan untuk memperbesar peluang menemukan delapan orang tersebut.

“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (9/9/2026). 

Dalam operasi SAR hari kedua, KN SAR Tetuka 247 menyisir dektor 2 dengan jarak tempuh 68,3 nautical mile (NM). Di sektor yang sama, KAL Anyer melakukan pencarian dengan jarak 69,5 NM.

Sementara itu, sektor 1 disisir RIB 02 dan RIB 03 Lampung dengan total jarak pencarian mencapai 67 NM. Tim menyusuri wilayah sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku hingga kawasan Krakatau sembari melakukan pengamatan secara visual.

Penyisiran juga dilakukan RIB 02 Banten di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Untuk sektor 4, KP Sanjaya melakukan pencarian dengan jarak 67,3 NM. KRI Leuser dan KRI Lepu turut bergerak melakukan pencarian sesuai sektor yang telah ditentukan.

Beberapa SRU juga memantau wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Namun, sampai laporan operasi diterima, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang masih dicari.

Pencarian sempat diwarnai kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pada pukul 13.31 WIB, SRU 1 yang menggunakan KN SAR Tetuka 247 kembali menyisir area berdasarkan titik koordinat SAR Map.

Saat pencarian berlangsung, Gunung Anak Krakatau terlihat mengeluarkan material debu vulkanik dengan ketebalan yang cukup signifikan.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian tim SAR gabungan karena operasi dilakukan di wilayah perairan yang berdekatan dengan kawasan gunung api.

Al Amrad mengatakan aspek keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama. Tim akan menyesuaikan pola pencarian dengan kondisi yang berkembang di lapangan.

“Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Hingga pukul 15.22 WIB, SRU 5 yang bergerak menggunakan KP Sanjaya juga masih melakukan pencarian berdasarkan koordinat SAR Map. Hasilnya masih nihil.

Baca Juga : Bukan Cuma Rumah Rusak, Warga NTT di Malang Hadapi Dampak Ekonomi Bencana Flores

Delapan orang yang hingga kini belum ditemukan terdiri dari tiga orang yang berada dalam kru dan pemandu perjalanan serta lima jurnalis. Delapan orang tersebut adalah:

• Warta (55), kapten kapal
• Surakman (60), ABK
• Heriyanto (49), guide
• M. Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara
• Ari Basuki, jurnalis Merdeka
• Yudhis, jurnalis iNews
• Daus, jurnalis Anadolu
• Donal, jurnalis freelance

Operasi pencarian melibatkan banyak unsur, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan hingga masyarakat.

Berbagai sarana juga dikerahkan dalam operasi tersebut. Di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung dan RIB 03 Lampung.

Tim turut menggunakan drone thermal serta sejumlah perlengkapan untuk mendukung pencarian di laut, termasuk peralatan medis, komunikasi dan perangkat pendukung operasi SAR lainnya.

Berdasarkan pemantauan kondisi lapangan, cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan. Angin bergerak dari selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 14 knot. Sementara tinggi gelombang berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter.

Meski kondisi tersebut masih memungkinkan pencarian dilakukan, Tim SAR tetap melakukan evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan situasi di lokasi.

Al Amrad memastikan operasi pencarian belum dihentikan. Tim akan terus menyisir wilayah yang telah ditentukan sembari mengevaluasi strategi berdasarkan hasil operasi hari kedua.

“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” pungkasnya.

Hingga berakhirnya Operasi SAR hari kedua, delapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan melanjutkan operasi dengan menyesuaikan hasil evaluasi dan kondisi di lapangan.


Topik

Peristiwa Jurnalis hilang Selat Sunda erupsi Anak Krakatau pencarian SAR



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy