JATIMTIMES – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Batu diwarnai aksi unik. Di antaranya yang dilakukan puluhan pegiat atau pencinta alam dari berbagai komunitas membentangkan bendera Merah Putih berukuran raksasa di kawasan lereng tebing Gunung Panderman.
Aksi pembentangan bendera raksasa di ketinggian 1.737 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini resmi dilakukan sejak Minggu (16/8/2026) siang. Setelah membentang gagah selama tiga hari di tebing pegunungan, prosesi penurunan bendera tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (18/8/2026) hari ini.
Baca Juga : HUT RI ke-81, Freeport Tegaskan Komitmen Bangkit dan Tumbuh Bersama Indonesia
Anggota Cansabalas Adventure Team Independent Community Mufid Andrianata mengungkapkan bahwa aksi heroik ini telah menjadi tradisi tahunan gabungan pegiat alam dan Siswa Pencinta Alam (Sispala). "Kalau dulu diawali dengan aksi kirab pengarakan bendera secara bergantian dari Alun-Alun Kota Batu sampai puncak Gunung Panderman. Namun, melihat kondisi saat ini, pembentangan dilakukan langsung dari titik lokasi," ujar pria yang akrab disapa Ata tersebut.
Bendera raksasa yang menghiasi tebing Gunung Panderman itu memiliki dimensi 25 x 40 meter atau seluas 1.000 meter persegi. Kain bendera legendaris ini merupakan hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sejak tahun 2012 dan pernah meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).
Proses pembentangan bendera di lereng tebing menyajikan tantangan ekstrem akibat kecuraman medan serta terpaan angin kencang di ketinggian. Demi keamanan, sekeliling kain dilapisi tali penguat khusus dan ditahan menggunakan pasak-pasak berukuran besar.
"Karena penambahan material penguat ini, bobot benderanya yang semula 1,5 kuintal kini membengkak lebih dari dua kali lipat," jelas Ata.
Lokasi pembentangan sengaja dipilih di jalur khusus tebing agar bentangan Merah Putih dapat terlihat jelas dari lanskap bawah Kota Batu. Jika cuaca cerah tanpa kabut, visual bendera raksasa tersebut bahkan dapat dipantau langsung dari area Alun-Alun Kota Batu hingga kawasan Abdul Ghani Atas.
Mengingat usia kain yang sudah mencapai 13 tahun dan rentan robek akibat terpaan cuaca ekstrem, pihak komunitas berharap adanya dukungan peremajaan bendera baru. Langkah ini penting agar tradisi tahunan pengibaran Merah Putih di Gunung Panderman dapat terus dilestarikan oleh para generasi muda pencinta alam.
