Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

KSP Wisata Pasir Putih Situbondo Dibuka, Investasi Rp 40 Miliar Ditawarkan ke Investor

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : A Yahya

11 - Aug - 2026, 12:10

Placeholder
Konferensi Pers Open Bidding KSP Wisata Bahari Pasir Putih Situndondo, Selasa (11/8/2026). (Foto: Humas Pemkab for JATIMTIMES)

JATIMTIMES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo membuka peluang kerja sama pemanfaatan (KSP) kawasan Wisata Bahari Pantai Pasir Putih kepada mitra strategis. Langkah ini menjadi babak baru pengembangan salah satu destinasi wisata legendaris di Jawa Timur tersebut menuju destinasi wisata berkelas dunia.

Melalui skema KSP, Pemkab Situbondo membuka peluang investasi sedikitnya Rp 40 miliar dalam lima tahun, dengan jangka waktu kerja sama selama 30 tahun. Sementara nilai aset kawasan Pasir Putih yang menjadi objek kerja sama diperkirakan mencapai Rp 143,5 miliar, terdiri atas aset tanah, bangunan, dan aset lainnya.

Baca Juga : Profil Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI yang Diusulkan Prabowo

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prasogo mengatakan, kerja sama dengan investor tersebut merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pengelolaan kawasan wisata yang lebih profesional, inovatif, dan berorientasi jangka panjang.

Menurut bupati yang karib disapa Mas Rio itu, pengembangan kawasan Pasir Putih bukan berarti mengubah identitas destinasi yang telah melekat kuat selama puluhan tahun. Justru, pemerintah ingin memberikan wajah baru tanpa menghilangkan karakter dan nama besar Pasir Putih.

"Brand-nya tetap Pasir Putih. Nama Pasir Putih sudah melegenda dan tidak perlu diganti. Yang kita lakukan adalah memberikan wajah baru, kualitas baru, dan pengalaman baru kepada wisatawan melalui pengelolaan yang lebih profesional," ujar Mas Rio dalam konferensi pers di Pantai Pasir Putih Situbondo, Selasa (11/8/2026).

Mas Rio menjelaskan, Pasir Putih memiliki posisi strategis karena berada di jalur Pantura. Selain itu, kawasan tersebut memiliki akses terhadap berbagai destinasi unggulan di Jawa Timur.

Dalam perspektif pengembangan kawasan, Pasir Putih tidak berdiri sendiri. Destinasi tersebut berada dalam potensi travel pattern yang menghubungkan Bromo–Besuki–Argopuro–Pasir Putih–Ijen–Baluran hingga Bali.

Peluang tersebut semakin terbuka dengan rencana penguatan konektivitas kawasan. Di antaranya peluang pengembangan akses tol di sekitar Situbondo, program aglomerasi pariwisata, pengembangan Pelabuhan Jangkar untuk konektivitas menuju Bali Utara, rencana Bandara Bali Utara, keberadaan Bandara KHR As'ad Syamsul Arifin (KASA), hingga rencana reaktivasi jalur kereta api Jember–Bondowoso–Panarukan.

"Kami tidak melihat Pasir Putih sebagai destinasi yang berdiri sendiri. Pasir Putih akan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan konektivitas kawasan. Ini yang membuat kami optimistis peluang investasinya sangat besar," kata Mas Rio.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Situbondo sekaligus Ketua Tim KSP, Edy Wiyono, mengatakan kawasan yang ditawarkan memiliki luas kawasan wisata sekitar 15,4 hektare, sedangkan total kawasan mencapai 18,4 hektare.

Di dalam kawasan tersebut terdapat sejumlah aset eksisting yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Di antaranya Hotel Sidomuncul 1, Hotel Sidomuncul 2, Papin In, Wisda Rengganis, pintu wisata, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Menurut Edy, Pemkab Situbondo tidak ingin membatasi kreativitas calon mitra dalam merancang masa depan Pasir Putih. Investor diberikan ruang untuk menghadirkan konsep wisata yang lebih terintegrasi.

"Konsepnya bukan sekadar mengelola pantai. Kami membuka peluang kepada mitra untuk membangun integrated coastal tourism, mulai dari hotel dan resort, restoran dan kafe, beach club, sport tourism, diving, wisata bahari, family recreation, event dan beach carnival, hingga berbagai atraksi wisata yang sesuai dengan karakter kawasan," ujar Edy.

Pengembangan kawasan tersebut diharapkan tetap mempertahankan karakter Pasir Putih sebagai destinasi bahari. Di sisi lain, pilihan aktivitas wisata juga diperluas sehingga mampu meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung.

Baca Juga : Heboh Tol Kediri-Tulungagung Mandek, 21 Bidang Sawah Masuk LP2B?

Edy menegaskan, kerja sama tersebut dirancang sebagai kemitraan strategis jangka panjang yang memberikan ruang bagi investor untuk mengembangkan bisnis sekaligus memastikan manfaat ekonomi yang optimal bagi Pemkab Situbondo.

Dalam skema KSP, investor akan memberikan kontribusi tetap kepada pemerintah daerah dengan nilai minimum Rp1,5 miliar per tahun. Nilai kontribusi tersebut selanjutnya dapat meningkat mengikuti pertumbuhan ekonomi dan ketentuan yang dituangkan dalam perjanjian kerja sama.

Selain kontribusi tetap, terdapat mekanisme profit sharing dengan komposisi 51:49, yakni 51 persen untuk Pemerintah Kabupaten Situbondo dan 49 persen untuk mitra investor, sesuai skema kerja sama yang ditetapkan.

"Skema ini kami desain sebagai kemitraan strategis. Investor mendapatkan ruang untuk mengembangkan dan memperoleh keuntungan dari bisnis yang dibangun, sementara pemerintah daerah memperoleh kontribusi tetap, bagi hasil, serta manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," kata Edy.

Terkait dengan peluang sejumlah investor tertarik akan peluang open Bidding KSP Pasir Putih, Ketua Tim Percepatan Investasi Kabupaten Situbondo, Riza Rachman, mengungkapkan komunikasi awal dengan sejumlah calon investor menunjukkan respons positif.

"Setidaknya sudah ada 7 sampai 10 calon investor yang sejauh ini berkomunikasi dengan tim investasi. Mereka merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman di bidang perhotelan, kawasan wisata, taman hiburan, hingga berbagai sektor terkait pariwisata," kata Riza.

Meski demikian, Pemkab Situbondo tetap membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon mitra strategis lainnya. "Kami terutama mengundang BUMN, BUMD, perusahaan swasta nasional, termasuk perusahaan terbuka atau listed company yang memiliki pengalaman, kapasitas finansial, reputasi, dan komitmen untuk mengembangkan bisnis pariwisata secara profesional," ujarnya.

Riza menegaskan, pemerintah tidak sekadar mencari pihak yang mampu menyediakan modal. Investor yang diprioritaskan adalah mitra yang memiliki rekam jejak, pengalaman pengelolaan destinasi, kemampuan finansial, inovasi, jaringan pemasaran, serta visi pengembangan kawasan dalam jangka panjang.

"Kami tidak hanya mencari investor yang mampu menanamkan modal, tetapi mitra yang memiliki visi jangka panjang untuk membangun destinasi. Pasir Putih membutuhkan pengalaman, inovasi, teknologi, jaringan pemasaran, dan kemampuan pengelolaan kelas profesional," tegas Riza.


Topik

Ekonomi situbondo yusuf rio wahyu prayogo wisata bahari asir putih pasir putih situbondo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

A Yahya