Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Benarkah Mitos Turunnya Bala di Hari Terakhir Safar? Ini 6 Amalan yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

31 - Jul - 2026, 06:19

Placeholder
Ilustrasi berzikir. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Hari terakhir bulan Safar kerap dikaitkan dengan berbagai mitos di tengah masyarakat. Sebagian orang meyakini penghujung bulan Safar merupakan waktu turunnya bala sehingga muncul beragam ritual yang diyakini dapat menolak musibah.

Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW justru mengajarkan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan, termasuk bulan Safar. Umat Islam dianjurkan mengisi setiap waktu dengan amal saleh tanpa mengaitkannya dengan mitos tertentu.

Baca Juga : Pengayuh Becak 30 Tahun Sebut Petrokimia Paling Peduli Nasib Orang Kecil

Lantas, benarkah hari terakhir bulan Safar identik dengan bala? Apa saja amalan yang dianjurkan menjelang berakhirnya bulan ini?

Kepercayaan bahwa bulan Safar merupakan bulan sial telah ada sejak masa jahiliah. Saat itu, sebagian masyarakat Arab meyakini Safar sebagai waktu turunnya berbagai musibah sehingga mereka enggan bepergian, menikah, maupun memulai pekerjaan penting.

Islam kemudian meluruskan keyakinan tersebut melalui sabda Rasulullah SAW.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا عَدْوَى، وَلَا طِيَرَةَ، وَلَا هَامَةَ، وَلَا صَفَرَ

Artinya: "Tidak ada wabah (yang menular dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung pembawa pertanda buruk, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR Bukhari dan Muslim)

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa sabda "wa la shafar" merupakan penolakan terhadap keyakinan masyarakat Arab jahiliah yang menganggap bulan Safar membawa kesialan.

Dengan demikian, tidak ada dalil yang menyatakan hari terakhir Safar menjadi waktu turunnya bala atau musibah tertentu.

Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta berlangsung atas ketetapan Allah SWT, bukan karena waktu, bulan, atau tanggal tertentu.
Allah SWT berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

Artinya: "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah." (QS At-Taghabun: 11)

Karena itu, umat Islam tidak dianjurkan mempercayai mitos mengenai kesialan di akhir bulan Safar. Sebaliknya, penghujung bulan dapat dijadikan momentum untuk memperbanyak ibadah dan melakukan evaluasi diri.

Meski tidak ada ibadah khusus yang disyariatkan pada hari terakhir Safar, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh sebagaimana dilakukan pada hari-hari lainnya.

1. Memperbanyak Zikir

Zikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Mengakhiri bulan dengan memperbanyak istigfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir menjadi bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya." (QS Al-Ahzab: 41)

Allah juga berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS Ar-Ra'd: 28)

2. Memperbanyak Doa

Doa merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah SWT. Umat Islam dapat memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, keselamatan dunia dan akhirat, serta perlindungan dari segala keburukan.

Rasulullah SAW bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

Artinya: "Doa adalah ibadah." (HR Tirmidzi)

3. Bersedekah

Sedekah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan kapan pun, termasuk menjelang berakhirnya bulan Safar. Berbagi kepada fakir miskin, kerabat, atau tetangga merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud syukur kepada Allah SWT.

Terdapat hadis yang populer di masyarakat:

بَاكِرُوا بِالصَّدَقَةِ، فَإِنَّ الْبَلَاءَ لَا يَتَخَطَّى الصَّدَقَةَ

Artinya: "Bersegeralah bersedekah, karena sesungguhnya bala tidak akan dapat melampaui sedekah." (HR Al-Baihaqi)

Sebagian ulama menilai riwayat ini memiliki kelemahan. Namun, keutamaan sedekah secara umum ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur'an dan hadis sahih sehingga memperbanyak sedekah tetap menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Baca Juga : Viral Powerbank Terbakar di Pesawat Batik Air, Ini Kronologi hingga Aturan Membawanya

4. Melaksanakan Salat Sunah

Memperbanyak salat sunah, baik salat mutlak maupun salat hajat, menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Amalan ini bukan dilakukan karena hari terakhir Safar memiliki keutamaan khusus, melainkan sebagai bentuk ibadah yang dianjurkan sepanjang waktu.

5. Muhasabah atau Introspeksi Diri

Pergantian bulan menjadi momen yang baik untuk mengevaluasi diri. Muhasabah membantu seseorang memperbaiki kekurangan sekaligus menyusun target ibadah pada bulan berikutnya.

Rasulullah SAW bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

Artinya: "Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya lalu hanya berangan-angan kepada Allah." (HR Ahmad)

6. Menjalin Silaturahmi

Selain memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, umat Islam juga dianjurkan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Menyambung silaturahmi, meminta maaf, mengunjungi keluarga, maupun membantu tetangga merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan dan menjadi bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW.

Perlu dipahami, tidak ada hadis sahih yang secara khusus memerintahkan salat, doa, ataupun ritual tertentu pada hari terakhir bulan Safar untuk menolak bala.

Karena itu, umat Islam hendaknya tidak terjebak pada amalan yang tidak memiliki dasar syariat. Cara terbaik menyambut pergantian bulan adalah memperbanyak amal saleh yang memang telah dianjurkan dalam Al-Qur'an dan sunah.

Menutup bulan Safar dengan zikir, doa, sedekah, salat sunah, muhasabah, dan menjaga silaturahmi merupakan ikhtiar memperbaiki diri sekaligus bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Dengan demikian, umat Islam dapat menyambut bulan berikutnya dengan hati yang lebih bersih, penuh syukur, dan semakin mendekat kepada-Nya. Semoga informasi ini bermanfaat ya Sobat JatimTIMES. 


Topik

Agama Bala hari terakhir kiamat rasulullah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni