Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kebakaran Landa Dua Rumah di Mimbaan Situbondo, BPBD Taksir Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Jul - 2026, 11:47

Placeholder
Petugas damkar saat melakukan pemadaman kebakaran dua rumah di Mimbaan Situbondo, Selasa (28/7/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Sebuah insiden kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Selasa pagi (28/7/2026). Peristiwa nahas ini tepatnya terjadi di Jalan Madura, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, sekitar pukul 07.30 WIB.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, melalui Koordinator Pusdalops BPBD, Puriyono, secara resmi mengonfirmasi adanya peristiwa musibah tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat.

Baca Juga : Waktu yang Terus Berlari, Pengingat Keras dari Salafus Shalih agar Manusia Tak Terjebak Kelalaian

"Benar, kami menerima laporan dari warga terkait kebakaran rumah di Kelurahan Mimbaan pagi ini. Tim TRC dan anggota Pusdalops langsung menuju ke lokasi untuk berkoordinasi, melakukan kaji cepat, serta membantu proses pemadaman," ujar Puriyono saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

Lebih lanjut, Puriyono menjelaskan bahwa amukan si jago merah menghanguskan dua unit tempat tinggal. Rumah pertama yang terdampak paling parah adalah milik Bapak Rustami Arifin (46), sedangkan rumah kedua yang turut tersambar api adalah milik Bapak Sudibyo yang saat ini tengah dikontrakkan kepada Bapak Arie Husnaini.

Berdasarkan data dan kronologi yang dihimpun oleh tim di lapangan, kejadian yang mengejutkan ini pertama kali disadari oleh Ibu Sudiah (65), yang merupakan orang tua dari Bapak Rustami Arifin. Saat awal insiden, Ibu Sudiah sedang sibuk berjualan nasi di pinggir Jalan Ijen, tepatnya di area depan Masjid Nurul Ansor yang tidak jauh dari lokasi.

Pagi itu, Ibu Sudiah tidak berjualan sendirian, melainkan ditemani oleh menantunya yang bernama Ibu Tolak Isah (46). Di tengah aktivitas melayani pembeli, pandangan Ibu Sudiah tiba-tiba tertuju pada kepulan asap tebal yang membumbung tinggi di udara dan tampak mengarah dari kawasan pemukimannya.

Merasa curiga dan firasatnya mengatakan telah terjadi musibah kebakaran, Ibu Sudiah pun segera memberitahukan pemandangan mencemaskan tersebut kepada sang menantu. Keduanya langsung menghentikan sejenak aktivitas dagang mereka karena diselimuti rasa khawatir yang amat sangat.

Tanpa berpikir panjang, Ibu Sudiah dan Ibu Tolak Isah langsung berlari kencang menuju ke arah titik sumber asap tersebut. Alangkah terkejutnya mereka setibanya di lokasi, tatkala mendapati bahwa kepulan asap hitam pekat itu ternyata berasal dari rumah mereka sendiri yang perlahan mulai dilahap oleh kobaran api.

Menghadapi situasi yang panik dan menegangkan, Ibu Tolak Isah secara refleks berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan kepada warga sekitar. Demi menyelamatkan harta benda yang masih tersisa, ia bahkan nekat mendobrak pintu rumahnya sendiri untuk mengeluarkan barang-barang berharga sebelum api membesar.

Kondisi bangunan milik Bapak Rustami yang berstatus semi permanen membuat api dengan cepat menjalar. Akibatnya, lidah api tidak hanya melahap bangunan berukuran 10 x 5 meter tersebut, tetapi juga merembet hingga mengenai bagian rumah permanen milik Bapak Sudibyo yang berada tepat di sampingnya.

Baca Juga : Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Sonny T. Danaparamita: Tragedi Kemanusiaan dan Menjadi Pengingat Penting

Mendengar teriakan minta tolong dari pemilik rumah, warga sekitar pun langsung berhamburan keluar dan bergotong royong mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Warga yang sigap juga langsung menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Situbondo untuk meminta bantuan profesional. Selang beberapa menit, sebanyak tiga unit mobil Damkar tiba di lokasi kejadian. Kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan secara total pada pukul 09.00 WIB.

Terkait kerugian dan korban, BPBD memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 55.000.000

"Alhamdulillah, kami pastikan korban jiwa maupun luka-luka nihil. Untuk dampak materil, rumah Bapak Rustami berstatus rusak berat dengan taksiran kerugian sekitar lima puluh juta rupiah, sementara rumah Bapak Sudibyo rusak ringan dengan kerugian kurang lebih lima juta rupiah," ungkap Puriyono.

Mengenai penyebab pasti kebakaran, dugaan awal mengarah pada terjadinya korsleting atau arus pendek listrik. Meski demikian, pihak BPBD menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan lebih lanjut kepada pihak kepolisian Polsek Panji yang juga telah berada di lokasi kejadian.

Sebagai tindak lanjut pasca-bencana, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Situbondo bersama unsur terkait telah merencanakan langkah pemulihan bagi para korban.

"Untuk langkah atau Rencana tindak lanjut terdekat kami adalah segera menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan lainnya untuk meringankan beban keluarga yang terdampak," tutup Puriyono mengakhiri keterangannya.


Topik

Peristiwa Kebakaran kebakaran rumah Situbondo musim kemarau



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Sri Kurnia Mahiruni