Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Program MBG Diduga Picu Kenaikan Harga Telur hingga Daging Ayam di Malang

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

09 - Jul - 2026, 21:14

Placeholder
Tim Satgas Pangan Polres Malang yang turut melibatkan sejumlah dinas terkait di Pemkab Malang saat melakukan sidak di pasar tradisional pada Kamis, 9 Juli 2026.

JATIMTIMES - Sejumlah harga bahan pokok dan barang penting (bapokting) pada pasar tradisional di Kabupaten Malang, Jawa Timur terpantau mulai merangkak naik pada Kamis, 9 Juli 2026. Pemicunya diduga karena dampak dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kenaikan sejumlah harga bapokting tersebut turut terjadi pada komoditas telur hingga daging ayam. Kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut juga menjadi temuan dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Malang saat melakukan Inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional pada Kamis, 9 Juli 2026.

Baca Juga : Kades dan Bendahara Desa Jangkar Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 289 Juta di Situbondo

Di sisi lain, sejumlah pedagang di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang juga kompak menyebut jika harga sejumlah bapokting mulai mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Terutama pada komoditas telur dan daging ayam.

Pedagang telur ayam di Pasar Kepanjen, Muhammad Indra menyebut, saat ini harga telur per kilogram ialah Rp 22 ribu. Harga tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan pada saat momen libur sekolah. Di mana, harga telur sebelum mengalami kenaikan tersebut berada pada angka Rp 20 ribu per kilogram. 

"Semenjak libur (sekolah, red) itu harganya turun. Sedangkan sekarang ketika mau masuk (harganya, red) mulai naik sedikit," ujar Indra saat ditemui pada Kamis, 9 Juli 2026.

Selain telur, harga daging ayam di pasar tradisional juga mengalami kenaikan. Hal itu sebagaimana yang juga turut disampaikan oleh beberapa pedagang daging ayam ras di Pasar Kepanjen saat ditemui pada Kamis, 9 Juli 2026.

Penjual daging ayam ras, Ahmadi menuturkan, harga daging ayam saat ini Rp 31 ribu per kilogram. Harga tersebut mulai mengalami kenaikan sejak kemarin pada Rabu, 8 Juli 2026. Yakni mengalami kenaikan dari yang sebelumnya di harga Rp 30 ribu per kilogram. 

"Bahkan kemarin-kemarin harga terendah itu sempat Rp 28 ribu per kilogram. Tapi itu cuma berlaku selama tiga hari," tuturnya.

Sementara itu, pedagang daging ayam lainnya yakni Tunik juga menyampaikan hal yang sama. Di mana, harga daging ayam yang ia jual di lapaknya mengalami kenaikan menjadi Rp 31 ribu per kilogram.

"Setiap hari bawa 25 kilogram daging ayam untuk dijual," imbuhnya.

Tunik menyebut, kenaikan harga daging ayam tersebut juga dimungkinkan berhubungan dengan program MBG yang diperkirakan bakal mulai kembali beroperasi setelah momen libur sekolah. Meskipun kenaikan harga diduga turut disebabkan oleh program MBG, namun ia menyebut penjualan daging ayam miliknya tidak terlalu terpengaruh.

Hal itu disebabkan lantaran pembeli di lapak Tunik rata-rata dari masyarakat umum. "Pembelinya juga hanya itu-itu saja. Per hari bawa 25 kilogram ayam, sedangkan habisnya rata-rata cuma 12 kilogram," ujarnya.

Baca Juga : Satgas Pangan Gelar Sidak di Pasar Tradisional, Pantau Stok dan Harga Bapokting di Malang

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kenaikan harga pada komoditas telur dan daging ayam tersebut juga menjadi temuan Tim Satgas Pangan Polres Malang saat melakukan sidak di pasar tradisional. Yakni yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026.

Agenda sidak yang juga turut dilangsungkan di Pasar Kepanjen tersebut dilakukan dalam rangka pengecekan pasokan serta harga bapokting. Termasuk pengecekan pada komoditas telur dan daging ayam.

Pada agenda sidak tersebut juga turut melibatkan unsur Polres Malang serta sejumlah dinas terkait di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Yakni mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang.

Sementara itu, dalam pernyataannya, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Malang, Kamilin membenarkan jika harga telur dan daging ayam per hari ini, Kamis, 9 Juli 2026 mulai mengalami kenaikan secara perlahan.

"Kenaikan harga ini erat kaitannya dengan operasional SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk program MBG. Tetapi selisihnya masih tergolong wajar," tuturnya.

Kamilin memastikan, meski diduga ada pengaruh akibat operasional SPPG, namun kondisi kenaikan harga tersebut tidak berdampak langsung kepada para pedagang pasar tradisional. Sebab, pengelola SPPG memilih untuk membeli kebutuhan telur hingga daging ayam pada program MBG kepada para pengepul maupun distributor.

"Rata-rata SPPG itu belanja langsung ke pengepul. Sedangkan di pasar hanya menjual ke masyarakat umum," pungkasnya.


Topik

Ekonomi MBG program mbg harga bahan pokok Kabupaten Malang kenaikan harga



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Sri Kurnia Mahiruni