JATIMTIMES - Dmonstran mahasiswa terus berdatangan di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (17/6/2026). Mereka teridentifikasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) dan juga massa dari BEM Nusantara gabungan Surabaya Madura hingga Pasuruan.
Membentuk lingkaran, mereka bergiliran membuat mimbar orasi. Menggaungkan kritik terhadap kebijakan maupun program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Seperti halnya Presiden BEM Unair, Rizqi Senja yang menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dievaluasi total. Termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menurut dia banyak penyimpangan dalam dua proyek tersebut. Terbukti ada korupsi yang terungkap dalam MBG hingga campur tangan aparat dalam KDKMP.
Hingga sore hari suasana demonstrasi masih berlangsung damai. Para mahasiswa bertahan di tengah teriknya matahari.
Mereka terus berteriak perlawanan terhadap ketidakadilan dan ketidakbecusan pemerintah. Termasuk mengeluhkan melemahnya rupiah terhadap dollar.
Baca Juga : Koperasi Merah Putih Bakal Punya Bab Khusus di UU Perkoperasian, DPR Terima DIM dari Pemerintah
Pantauan awak media di lokasi para demonstran kompak memakai almamater kampusnya. Mereka juga membawa sejumlah poster aspirasi. Bendera-bendera Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas hingga fakultas turut dikibarkan. Beberapa bendera organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) maupun Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) juga terlihat di tengah para massa.
