JATIMTIMES - Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa kembali berlangsung di Jakarta pada Senin (15/6/2026). Sejumlah kelompok mahasiswa dan organisasi kepemudaan menggelar unjuk rasa di beberapa titik strategis di wilayah Jakarta Pusat dengan membawa berbagai tuntutan terkait kebijakan pemerintah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, terdapat empat aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Aksi pertama digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, mulai pukul 09.00 WIB.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan bahwa unjuk rasa tersebut menjadi pembuka rangkaian demonstrasi mahasiswa yang berlangsung hari ini.
"Rencana unjuk rasa pukul 09.00 WIB," ujar Erlyn dalam keterangan tertulis.
Selanjutnya, aksi kedua berlangsung di lokasi yang sama pada pukul 10.00 WIB. Demonstrasi ini melibatkan gabungan sejumlah organisasi mahasiswa dan gerakan masyarakat, di antaranya Aliansi Perisai, Cipayung Jakarta Barat PC PMII Jakbar, GMNI Jakbar, FMN, APWKS, AGRA, SPP, FAM UI, HMI Esa Unggul, serta BEM Trisakti.
Sementara itu, aksi ketiga dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, pada pukul 11.00 WIB. Unjuk rasa tersebut diperkirakan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang datang untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada pemerintah dan para wakil rakyat.
Aksi demonstrasi lainnya digelar pada pukul 13.00 WIB di Jalan Kwitang Raya, Senen. Massa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia Provinsi Jambi turut ambil bagian dalam rangkaian unjuk rasa tersebut.
Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, aparat kepolisian mengerahkan sebanyak 5.955 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran polsek setempat.
Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan dan jumlah massa yang hadir. Masyarakat diimbau menghindari kawasan sekitar titik aksi guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.
"Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung," kata Erlyn.
Enam Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksi yang dipusatkan di sekitar kawasan Istana Negara, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan utama kepada pemerintah.
Pertama, mereka meminta penghentian sementara serta evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Koperasi Desa Merah Putih.
Baca Juga : Naik Puncak Candi Dadi, PNS di Tulungagung Pulang Tinggal Nama
Kedua, mahasiswa mendesak pemerintah dan DPR untuk meninjau kembali Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia yang dinilai perlu dikaji lebih mendalam.
Ketiga, massa aksi menuntut penghentian praktik militerisme serta penguatan supremasi sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Keempat, pemerintah diminta mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.
Kelima, mahasiswa menuntut jaminan akses pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Terakhir, mereka meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dianggap berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat.
Aksi mahasiswa yang berlangsung hari ini menambah panjang daftar demonstrasi yang digelar kalangan kampus sepanjang 2026. Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam BEM UI juga sempat turun ke jalan untuk menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Berbagai aksi tersebut menyoroti isu ekonomi, pendidikan, demokrasi, hingga kesejahteraan masyarakat yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai ribuan orang dan tersebar di beberapa lokasi, demonstrasi mahasiswa hari ini menjadi salah satu aksi terbesar yang berlangsung di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir.
