Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Dinkes Kota Malang Kejar Temuan Kasus TBC, Mobile X-Ray Sasar 200 Warga Setiap Hari

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Jun - 2026, 12:32

Placeholder
Seorang warga sedang menjalan rontgen untuk skrining TBC.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui layanan Mobile X-Ray yang berkeliling ke berbagai kelurahan.

Melalui program tersebut, Dinkes menargetkan sedikitnya 200 warga menjalani pemeriksaan setiap hari guna mempercepat deteksi dini dan penemuan kasus TBC di masyarakat.

Baca Juga : Warung Tekan Inflasi Sasar Pasar Bunul, Seratus Kilogram Cabai Ludes Diserbu Warga dan Pedagang

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, mengatakan layanan Mobile X-Ray menyasar kontak erat pasien TBC dan kelompok masyarakat berisiko tinggi.

Program ini dijalankan untuk memudahkan akses pemeriksaan sekaligus meningkatkan cakupan skrining di wilayah Kota Malang.

"Hari ini kami melaksanakan deteksi dini melalui screening untuk kontak erat pasien TBC dan kelompok masyarakat yang berisiko. Kegiatan ini dilakukan untuk mendekatkan layanan sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pemeriksaan," ujar Meifta.

Menurutnya, sasaran pemeriksaan tidak hanya anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TBC. Dinkes juga menyasar penyandang diabetes melitus, anak usia di atas tiga tahun dengan kondisi gizi buruk, serta kelompok rentan lainnya yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar penyakit tersebut.

Dalam pelaksanaannya, satu unit Mobile X-Ray ditargetkan mampu melayani sekitar 200 warga per hari melalui pemeriksaan foto rontgen dada atau thoraks. Hasil pemeriksaan dapat diketahui pada hari yang sama sehingga proses tindak lanjut bisa dilakukan lebih cepat.

"Hasilnya langsung keluar. Kalau ditemukan indikasi TBC, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas," katanya.

Pemeriksaan lanjutan tersebut dilakukan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk memastikan diagnosis sebelum pasien mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Program skrining keliling ini telah berjalan sejak April 2026 dan hingga kini telah menjangkau 28 kelurahan di Kota Malang. Dinkes menargetkan kegiatan berlangsung hingga September mendatang dengan cakupan wilayah yang terus diperluas.

Baca Juga : Profil Dadan Hindayana, Eks Kepala BGN yang Dicopot dari Jabatan dan Kini Terseret Kasus Korupsi MBG

Meifta menjelaskan, beberapa kelurahan berpotensi mendapat kunjungan lebih dari satu kali. Hal itu disesuaikan dengan jumlah warga berisiko yang perlu menjalani pemeriksaan.

"Itu karena menyesuaikan jumlah warga berisiko yang perlu menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Ia berharap masyarakat memanfaatkan layanan tersebut, terutama warga yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, atau memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC.

"Deteksi dini menjadi kunci. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat ditangani dan peluang penularan bisa ditekan," tegasnya.

Sementara itu, warga RT 02 RW 03 Kelurahan Sukun, Aril, mengaku antusias mengikuti skrining karena ingin mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Apalagi, dirinya pernah memiliki anggota keluarga yang menderita TBC.

"Sebagai orang awam, minimal kita harus tahu kondisi kesehatan sejak dini. Apalagi dengan cuaca seperti sekarang, penularan TBC atau penyakit batuk lainnya cukup rentan," kata Aril.


Topik

Pemerintahan Dinkes Kota Malang dinkes Kota Malang TBC Kasus TBC Mobile X-Ray



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni