JATIMTIMES - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Penunjukan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya memimpin lembaga pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelum mendapat amanah baru ini, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Baca Juga : Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Komisi E DPRD Jatim Siap Kawal Ketat Kualitas MBG
"Bapak Presiden memutuskan mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai kepala BGN yang baru," ujar Prasetyo Hadi, dikutip YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/6/2026).
Lantas, siapa sebenarnya Nanik S. Deyang dan bagaimana perjalanan kariernya hingga dipercaya memimpin BGN?
Berawal dari Dunia Jurnalistik
Nanik S. Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Jauh sebelum masuk ke dunia pemerintahan, ia dikenal sebagai seorang jurnalis yang berkarier sejak akhir 1980-an.
Berdasarkan informasi dari laman resmi BGN, Nanik memulai kiprahnya sebagai wartawati di lingkungan media yang berada di bawah naungan Kelompok Kompas Gramedia. Pengalaman di dunia jurnalistik kemudian membawanya menempati sejumlah posisi strategis di perusahaan media.
Karier profesionalnya berkembang dari reporter hingga menduduki jabatan pimpinan media. Ia juga pernah menjabat sebagai CEO Kresna Media dan Majalah Prospektif.
Tak hanya itu, Nanik pernah menjadi Direktur MNC pada periode 2005-2009. Pengalaman panjang di bidang komunikasi publik menjadi salah satu modal yang mengantarkannya masuk ke lingkaran pemerintahan.
Setelah meninggalkan dunia media, Nanik mulai aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik. Namanya sempat masuk dalam jajaran Tim Pemenangan Prabowo-Sandi pada Pemilu 2019.
Ia juga terlibat di Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang fokus membantu kelompok masyarakat rentan.
Saat pemerintahan Prabowo mulai berjalan, Nanik dipercaya menjadi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029. Jabatan tersebut diembannya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024 dan bekerja bersama Budiman Sudjatmiko.
Karier Nanik di Badan Gizi Nasional dimulai saat reshuffle Kabinet Merah Putih pada September 2025. Saat itu ia dilantik sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Dalam posisi tersebut, Nanik memegang peran penting dalam pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.
Selain bertanggung jawab pada komunikasi publik, ia juga mengawasi proses investigasi serta memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Nanik bahkan ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG.
Baca Juga : Dino Patti Djalal Kritik Lambatnya Penerimaan 17 Dubes Asing di Indonesia
Selama menjabat di BGN, Nanik dikenal aktif turun langsung ke lapangan. Ia kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) Program MBG diterapkan dengan baik, mulai dari kebersihan dapur, kualitas makanan, hingga keamanan pangan bagi penerima manfaat.
Melalui berbagai sidak itu, Nanik beberapa kali menemukan pelanggaran, seperti fasilitas yang belum memenuhi standar higienitas, tata letak dapur yang tidak sesuai pedoman teknis, hingga masalah sanitasi.
Atas temuan tersebut, ia tidak segan menjatuhkan sanksi berupa penangguhan operasional sementara terhadap SPPG yang dinilai belum memenuhi ketentuan.
Nanik juga menaruh perhatian pada fasilitas bagi petugas di lapangan. Ia mendorong agar kepala SPPG, pengawas keuangan, hingga pengawas gizi mendapatkan tempat tinggal atau mess yang layak selama menjalankan tugas.
Selain berkiprah di pemerintahan, Nanik juga tercatat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero). Pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan keputusan pemegang saham yang tertuang dalam SK-150/MBU/06/2025 dan SK.012/DI-DAM/DO/2025 tertanggal 12 Juni 2025.
Pada Agustus 2025, Nanik turut menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepada 89 penerima berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/TK/Tahun 2025.
Menjelang penunjukannya sebagai Kepala BGN, Nanik sempat menyampaikan evaluasi terbaru terkait pelaksanaan Program MBG.
Pada Minggu (31/5/2026), ia mengungkapkan masih terdapat ribuan SPPG yang harus menjalani masa penangguhan karena belum memenuhi ketentuan teknis yang berlaku.
"Terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah ditangguhkan," kata Nanik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.659 SPPG telah kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan. Sementara itu, 2.213 SPPG lainnya masih dalam masa penangguhan karena belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan, baik dari sisi manajemen maupun fasilitas bangunan.
