Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Libur Waisak Dongkrak Okupansi Hotel di Kota Batu Tembus 80 Persen

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : A Yahya

02 - Jun - 2026, 11:27

Placeholder
Ilustrasi. Sejumlah hotel di Kota Batu mengalami peningkatan okupansi pada long weekend libur Waisak 2026.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Libur panjang akhir pekan (Long Weekend) momentum Hari Raya Waisak 2026 membawa dampak ekonomi pariwisata di Kota Batu. Hal ini ditunjukkan dengan melonjaknya grafik keterisian kamar atau okupansi hotel secara signifikan di seluruh wilayah Kota Batu.

Lonjakan arus kunjungan pelancong yang berburu akomodasi penginapan tersebut mencatatkan performa yang jauh lebih impresif jika disandingkan dengan grafik libur hari besar keagamaan sebelumnya. Tren pergerakan positif ini sekaligus menjadi stimulus penyegar bagi sektor industri perhotelan lokal di tengah dinamika fluktuasi daya beli pasar domestik yang fluktuatif.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, FISIP Unisba Blitar dan Kodim 0808 Bangun Semangat Bela Negara Mahasiswa

“Pada tanggal 30 hingga 31 Mei kemarin angka hunian mengalami kenaikan pesat, di mana rata-rata okupansi hotel di Kota Batu sukses menembus angka di atas 80 persen,” terang Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, Senin (1/6/2026).

Sujud membeberkan indikator perbandingan data di mana saat momentum libur Iduladha yang jatuh pada tanggal 27-28 Mei lalu, tingkat keterisian kamar hotel di daerah setempat hanya mampu menyentuh batas 60 persen. Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran perilaku berlibur masyarakat yang cenderung lebih memilih melakukan perjalanan wisata setelah merampungkan seluruh ritual ibadah dan agenda keluarga di rumah masing-masing.

Kendati sektor akomodasi penginapan mencatatkan raihan rapor hijau yang memuaskan sepanjang akhir pekan lalu, manajemen PHRI tidak memungkiri adanya tantangan makro yang cukup berat. Faktor melambatnya stabilitas perekonomian nasional secara tidak langsung diakui mulai memberikan pengaruh yang cukup terasa terhadap sirkulasi volume belanja serta daya beli masyarakat luas.

“Kondisi geopolitik dunia saat ini memang memberikan guncangan terhadap perekonomian nasional, sehingga berimbas pada penurunan mobilitas wisatawan dan memengaruhi tingkat hunian hotel secara umum,” tuturnya.

Dampak dari melemahnya sektor makro tersebut membuat para pelaku usaha perhotelan dituntut untuk tidak lagi sekadar bertahan dengan mengandalkan skema kunjungan wisatawan reguler atau pasar ritel konvensional. Guna menghadapi potensi penurunan okupansi pada hari aktif kerja, pelaku industri kini mulai mematangkan penetrasi pasar ke segmen korporasi dan kedinasan.

Baca Juga : Tindak Lanjuti Sambang Puskesmas, Bupati Sanusi Gelar Rakor Pengelolaan BLUD Puskesmas dan RSUD 

Langkah taktis yang diambil di antaranya dengan melancarkan program promosi agresif, menggelar agenda sales call, aktif berpartisipasi dalam pameran pariwisata luar daerah, hingga memperbanyak forum table top.

Serangkaian strategi pemasaran terpadu tersebut sengaja difokuskan untuk membidik pasar potensial berbasis business-to-business (B2B) demi menjaga stabilitas hunian.

“Untuk menghadapi kondisi pasar saat ini, kami harus lebih gencar melakukan promosi dan marketing yang lebih banyak menyasar pasar business to business agar keterisian hotel tetap terjaga secara konsisten,” pungkas Sujud.


Topik

Ekonomi hari raya waisak liburan panjang phri kota batu sujud hariadi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya