Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Tahukah Anda Masjid Pertama di Muka Bumi? Begini Sejarah dan Kisahnya

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

02 - Jun - 2026, 08:09

Placeholder
Ilustrasi masjid yang pertama kali ada di muka bumi (ist)

JATIMTIMES - Masjid memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Selain menjadi tempat pelaksanaan salat berjamaah, masjid juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan, serta syiar agama sejak masa awal Islam. Bahkan Rasulullah SAW menegaskan keutamaan masjid dalam sebuah hadis yang menyebutkan bahwa tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid, sedangkan tempat yang paling dibenci-Nya adalah pasar.

Di antara pertanyaan yang sering muncul dalam kajian sejarah Islam adalah mengenai masjid pertama yang dibangun di muka bumi. Jawaban atas pertanyaan ini dapat ditemukan dalam hadis sahih yang diriwayatkan dari sahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang masjid pertama yang didirikan di bumi. Nabi menjawab bahwa masjid tersebut adalah Masjidil Haram. Ketika Abu Dzar kembali bertanya tentang masjid berikutnya, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa yang kedua adalah Masjid Al-Aqsa, dengan jarak pembangunan keduanya selama empat puluh tahun.

Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, FISIP Unisba Blitar dan Kodim 0808 Bangun Semangat Bela Negara Mahasiswa

Hadis tersebut menjadi landasan penting dalam memahami sejarah dua tempat suci yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Namun, sejumlah ulama menyoroti adanya persoalan historis apabila hadis itu dipahami secara harfiah sebagai pembangunan fisik bangunan masjid yang utuh. Pasalnya, dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Ka'bah dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim AS, sedangkan Baitul Maqdis atau Masjid Al-Aqsa dibangun oleh Nabi Sulaiman AS. Sementara itu, rentang waktu antara kedua nabi tersebut mencapai lebih dari seribu tahun.

Persoalan ini dijelaskan oleh para ulama klasik. Imam Ibnul Jauzi menerangkan bahwa yang dimaksud dalam hadis bukanlah pembangunan bangunan masjid secara sempurna, melainkan peletakan fondasi awalnya. Menurut beliau, Nabi Ibrahim bukan orang pertama yang membangun Ka'bah dan Nabi Sulaiman juga bukan yang pertama mendirikan Baitul Maqdis. Keduanya hanya memperbarui dan membangun kembali bangunan yang fondasinya telah ada sejak masa sebelumnya.

Pendapat tersebut juga didukung oleh sejumlah ulama lain, termasuk Imam Al-Qurthubi. Mereka menjelaskan bahwa fondasi Ka'bah diyakini telah dibangun sejak masa Nabi Adam AS. Setelah keturunannya menyebar ke berbagai wilayah bumi, sebagian di antaranya diduga membangun fondasi Baitul Maqdis. Dengan demikian, hadis tentang selisih empat puluh tahun antara Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsa merujuk pada awal peletakan fondasi kedua tempat suci tersebut.

Keistimewaan Masjidil Haram juga ditegaskan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 96, “Sesungguhnya rumah ibadah yang pertama kali dibangun untuk manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” Ayat ini menjadi salah satu dasar bahwa Ka'bah merupakan rumah ibadah pertama yang dikenal manusia.

Ka'bah sendiri berada di tengah kompleks Masjidil Haram di Kota Makkah. Bangunan berbentuk kubus itu menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia. Selain disebut Ka'bah, bangunan suci tersebut juga dikenal dengan nama Baitullah, Baitul Haram, Baitul Atiq, dan Awalul Bait. Sejak masa Nabi Ibrahim AS hingga sekarang, Ka'bah telah mengalami beberapa kali renovasi akibat faktor usia bangunan maupun peristiwa alam dan peperangan.

Dalam sejarahnya, Rasulullah SAW pernah menyampaikan keinginan untuk mengembalikan bentuk Ka'bah sesuai fondasi Nabi Ibrahim AS. Namun keinginan itu tidak dilaksanakan karena mempertimbangkan kondisi masyarakat Quraisy yang saat itu baru memeluk Islam. Beliau bersabda, “Seandainya kaummu tidak baru meninggalkan masa kekafiran, niscaya aku akan membangun kembali Ka'bah di atas fondasi Ibrahim.”

Baca Juga : Komplotan Remaja Curanmor Diringkus usai Beraksi di Acara Karnaval Ngajum

Pada masa pemerintahan Abdullah bin Zubair, Ka'bah sempat direnovasi sesuai fondasi Nabi Ibrahim. Akan tetapi, setelah terjadi konflik politik dan peperangan, bangunan tersebut kembali mengalami kerusakan. Khalifah Abdul Malik bin Marwan kemudian membangunnya kembali dengan bentuk yang mendekati kondisi pada masa Rasulullah SAW. Bentuk inilah yang pada akhirnya dipertahankan hingga sekarang.

Ketika Khalifah Harun Al-Rasyid berkeinginan mengembalikan Ka'bah ke fondasi Nabi Ibrahim, Imam Malik memberikan nasihat agar rencana itu tidak dilakukan. Sang ulama khawatir Ka'bah akan menjadi objek perubahan berulang kali oleh para penguasa yang datang setelahnya. Pertimbangan tersebut diterima, sehingga bentuk Ka'bah tetap dipertahankan sebagaimana yang terlihat saat ini.

Dari berbagai keterangan tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa masjid pertama yang dibangun di muka bumi adalah Masjidil Haram, sementara Masjid Al-Aqsa menjadi masjid kedua yang fondasinya diletakkan empat puluh tahun setelahnya. Kedua masjid ini tidak hanya memiliki nilai sejarah yang sangat panjang, tetapi juga menjadi simbol penting perjalanan tauhid sejak masa para nabi hingga sekarang.


Topik

Agama islam masjid masji pertama masjidil haram rasulullah makkah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya