JATIMTIMES — Kelompok 2 Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya bersama komunitas Save Street Child Malang (SSCM) resmi melaksanakan program kampanye Public Relations bertajuk Teach for Change dan kampanye iklan sosial “Satu Bangsa, Satu Hak untuk Belajar”. Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap isu pendidikan anak-anak kurang mampu di wilayah Muharto dan Arjosari, Kota Malang.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keberadaan SSCM sebagai komunitas pendidikan nonformal yang telah berdiri sejak tahun 2012. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 81,3% responden mengaku belum mengetahui keberadaan SSCM, sementara 87,5% responden menilai minat belajar anak-anak mengalami penurunan akibat pengaruh gadget dan lingkungan pergaulan.
Baca Juga : Unisma Bangun Daya Saing Mahasiswa Lewat Kompetisi Esai Internasional Tiga Negara
Melalui kampanye ini, tim pelaksana berupaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya hak pendidikan yang setara bagi setiap anak, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat sebagai relawan maupun pendukung kegiatan sosial pendidikan.
Program Teach for Change dilaksanakan dalam dua sesi utama, yaitu kegiatan belajar interaktif di wilayah Muharto pada 13 Mei 2026 dan sesi mendongeng interaktif di Arjosari pada 23 Mei 2026. Kegiatan melibatkan puluhan anak dampingan SSCM usia 6–12 tahun, relawan, pengurus komunitas, serta mahasiswa sebagai pelaksana kampanye.
Dalam sesi pembelajaran, anak-anak diajak mengenal berbagai cita-cita melalui metode belajar yang menyenangkan seperti games, quiz, diskusi interaktif, dan storytelling. Sementara pada sesi mendongeng, relawan dan anak-anak berpartisipasi aktif dalam membangun suasana belajar yang hangat, kreatif, dan inklusif.
Selain kegiatan lapangan, kampanye ini juga menghadirkan video iklan korporat berdurasi 60–120 detik yang akan diunggah melalui Instagram resmi SSCM dengan hashtag #SatuBangsaSatuHakUntukBelajar. Konten kampanye menggunakan footage autentik dari kegiatan nyata SSCM sebagai upaya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa kampanye ini bukan hanya tentang kegiatan sosial semata, tetapi juga ajakan kepada masyarakat untuk melihat bahwa masih banyak anak yang membutuhkan ruang belajar, perhatian, dan kesempatan untuk bermimpi.
“Kesempatan belajar yang setara adalah tanggung jawab kita bersama. Kami berharap kampanye ini dapat membuka lebih banyak mata dan hati masyarakat untuk ikut mendukung pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Baca Juga : Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Meneladani Kasih Sayang Rasulullah dan Menjaga Cinta Negeri
Melalui kolaborasi ini, SSCM dan mahasiswa Universitas Brawijaya berharap gerakan kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi langkah nyata dalam memperjuangkan pemerataan pendidikan dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan partisipasi volunteer, masyarakat dapat mengunjungi Instagram resmi SSCM di @sschildmlg.
Penulis : Kelompok 2 Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya.
