Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kuliner

Favorit Pecinta Kuliner, Musang King Malah Masuk Daftar Buah Tropis Terburuk Versi TasteAtlas 2026

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

23 - May - 2026, 13:15

Placeholder
Durian Musang King. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Durian Musang King selama ini dikenal sebagai salah satu varietas durian premium paling populer di dunia. Buah asal Malaysia tersebut bahkan dijuluki “Raja Durian” karena cita rasanya yang khas dan kualitasnya yang dianggap mewah oleh para pecinta durian. 

Namun, yang cukup mengejutkan, Musang King justru masuk dalam daftar buah tropis dengan peringkat terburuk versi TasteAtlas 2026.

Baca Juga : Polemik Ratu Sofya dan HAS Pictures Melebar, Persoalan Honor hingga Keluarga Ikut Terseret

Dalam daftar yang dirilis TasteAtlas, Musang King berada di posisi ke-10 dari 37 buah tropis dengan rating terendah di dunia. Meski demikian, popularitas durian ini tetap tinggi, terutama di kawasan Asia Tenggara dan Tiongkok.

TasteAtlas menjelaskan bahwa Musang King memiliki ukuran buah yang besar dengan kulit berduri tajam yang menjadi ciri khas durian pada umumnya. Varietas ini sebenarnya sudah dikenal selama lebih dari 200 tahun di Malaysia. Namun nama Musang King mulai populer sejak era 1980-an dan kemudian resmi terdaftar di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertanian Malaysia.

Meski mendapat penilaian kurang baik dalam daftar TasteAtlas, Musang King tetap dianggap sebagai salah satu durian terbaik oleh banyak penggemar kuliner. Durian ini banyak dibudidayakan di wilayah Pahang, Malaysia, yang terkenal sebagai penghasil Musang King berkualitas premium.

Selain di Malaysia, buah ini juga banyak ditemukan di Singapura hingga Tiongkok karena permintaannya yang terus meningkat setiap tahun. Musim panen Musang King biasanya dimulai pada bulan Mei. Sementara puncak panennya berlangsung antara Juni hingga Agustus.

Durian Musang King umumnya berasal dari pohon berusia sekitar 20 hingga 25 tahun. Pada usia tersebut, pohon dianggap mampu menghasilkan buah dengan kualitas terbaik, baik dari segi rasa maupun tekstur.

Salah satu alasan Musang King begitu digemari adalah teksturnya yang lembut dan creamy. Rasanya memadukan manis legit dengan sedikit sentuhan pahit yang seimbang. Aroma khasnya yang kuat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta durian.

Tak hanya disantap langsung, Musang King juga sering diolah menjadi berbagai hidangan penutup premium seperti es krim, kue, hingga pastry mewah di restoran berbintang di Asia.

Sementara itu, posisi pertama dalam daftar buah tropis dengan peringkat terburuk versi TasteAtlas 2026 ditempati oleh Bael atau wood apple asal India. Disusul Anona da Madeira dari Portugal dan Matoke dari Uganda.

Menariknya, Indonesia juga masuk dalam daftar tersebut. Pisang Raja tercatat berada di posisi ke-29 dari total 37 buah tropis dengan rating terburuk versi TasteAtlas.

Berikut 10 besar buah tropis dengan peringkat terburuk versi TasteAtlas 2026:

1. Bael (Wood Apple) – India

2. Anona da Madeira – Portugal

3. Matoke – Uganda

4. Breadfruit – Papua Nugini

5. Mountain Papaya – Chile

6. Kapiak – Papua Nugini

7. Tamarillo – Kolombia

8. Pupunha – Brasil

9. Longan – China

10. Musang King – Malaysia

Sebagai informasi, peringkat makanan dan buah di TasteAtlas disusun berdasarkan penilaian pengguna serta ulasan pecinta kuliner dari berbagai negara. Sistem penilaian menggunakan skala 1 hingga 5 dan diklaim telah melalui proses penyaringan untuk memastikan rating berasal dari pengguna yang memahami dunia kuliner.


Topik

Kuliner Musang King durian Musang King TasteAtlas buah terburuk



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy