Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Dapur MBG Masuk Lapas, Juru Masaknya Warga Binaan? 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

12 - May - 2026, 19:13

Placeholder
Potret dapur MBG. (Foto: laman resmi Polri)

JATIMTIMES - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mulai masuk ke lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas). Pemerintah bahkan menyiapkan puluhan dapur MBG di berbagai lapas di Indonesia yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Mei 2026.

Menariknya, warga binaan atau narapidana nantinya juga akan dilibatkan dalam operasional dapur tersebut. Mereka akan membantu proses penyediaan makanan bergizi bersama tenaga profesional yang telah ditunjuk.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Blitar Perkuat Sinergi Perusahaan melalui Movie Gathering

Program ini menjadi bagian dari pengembangan layanan MBG secara nasional sekaligus sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, mengatakan sebanyak 36 dapur MBG saat ini tengah dibangun dan ditargetkan mulai berjalan akhir Mei 2026.

“Mudah-mudahan akhir Mei jalan. Saat ini ada 18 ditambah 18 lagi, jadi baru 36 dapur sudah dikerjakan, sudah dibangun,” kata Mashudi, dikutip Antara, Selasa (12/5/2026).

Menurut Mashudi, total ada 70 titik lokasi dapur MBG yang sudah disiapkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Namun untuk tahun ini, baru 36 lokasi yang mendapat persetujuan pembangunan.

Dapur-dapur tersebut dibangun di sejumlah wilayah Indonesia, mulai Sumatera, Sulawesi, Kalimantan Selatan, hingga Bengkulu. Lokasinya berada di area lapas, baik di dalam maupun di luar lingkungan pemasyarakatan yang masih berada di bawah pengelolaan institusi terkait.

Salah satu hal yang paling menjadi perhatian publik ialah keterlibatan warga binaan dalam operasional dapur MBG.

Mashudi menjelaskan, setiap dapur nantinya diisi 46 pekerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang berasal dari warga binaan yang telah lolos asesmen kesehatan dan kemampuan kerja.
Sementara sisanya merupakan tenaga profesional yang bertugas memastikan operasional dapur berjalan sesuai standar.

“Nanti pekerjanya itu ada 46 orang, dari 26 yang profesional, yang 20 dari warga binaan yang sudah diasesmen bisa bekerja di dapur untuk melayani MBG,” kata dia.

Menurut Ditjenpas, pelibatan warga binaan tidak hanya bertujuan membantu penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan sosial dan pelatihan keterampilan kerja.

Salah satu dapur MBG yang sudah lebih dulu berjalan berada di Lapas Sukamiskin. Lokasi tersebut kini dijadikan proyek percontohan pengelolaan dapur MBG berbasis pemberdayaan warga binaan.

Baca Juga : DPRD Surabaya Desak Standardisasi Ketat dan Mitigasi Program Makan Bergizi Gratis

Sementara dapur MBG di Lapas Batulicin, Kalimantan Selatan dan Lapas Bengkulu masih dalam tahap pembangunan. Mashudi menyebut progres pembangunan dapur MBG saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen.

Meski memanfaatkan lahan milik lapas, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap diwajibkan membayar biaya sewa lahan kepada negara. Dana sewa tersebut nantinya masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Dia (BGN) membayar PNBP, sewa tanahnya harus bayar,” ujar Mashudi.

Sebelumnya, Agus Andrianto menyatakan dukungannya terhadap program MBG di lingkungan lapas dan rumah tahanan. Menurut Agus, banyak dapur lapas dan rutan yang sudah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Ia menyebut saat ini terdapat 469 dapur lapas dan rutan yang telah mengantongi sertifikat laik higienis. Selain itu, sebanyak 754 warga binaan juga telah mengikuti pelatihan teknis penyelenggaraan makanan.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan Lapas Sukamiskin menjadi salah satu pionir pengelolaan dapur MBG. Menurut Dadan, dapur tersebut sudah mulai dikelola sejak akhir 2024 dan masuk program resmi pada awal 2025.

“Ini salah satu SPPG yang memulai program pada 6 Januari 2025,” kata Dadan. 

Ia menjelaskan BGN membuka kerja sama dengan lapas karena fasilitas yang dimiliki dinilai memadai dan dekat dengan masyarakat. “BGN merasa terbantu dengan inisiatif yang luar biasa sehingga program bisa berjalan dengan seksama,” ujar Dadan.

Dadan juga menilai keterlibatan warga binaan dalam program ini memberi dampak positif secara sosial. “Mereka menjadi tidak ragu berbuat untuk masyarakat,” kata Dadan.


Topik

Peristiwa MBG Makan Bergizi Gratis Lapas MBG Lapas



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni