JATIMTIMES - Organisasi suporter Aremania Utas akhirnya angkat bicara terkait insiden dugaan pengeroyokan dan perusakan terhadap wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wedi Awu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Peristiwa yang terjadi di sebuah villa itu kini telah ditangani aparat kepolisian.
Melalui rilis resmi yang diunggah di akun Instagram @satuaremania, pihak organisasi menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut. Mereka menilai insiden itu mencederai semangat kebersamaan yang selama ini dijaga.
Baca Juga : Update Dugaan Perusakan dan Pengeroyokan di Pantai Wediawu: 31 Wisatawan Asal Surabaya Positif Narkotika
“Kami menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan di Polres Malang,” bunyi pernyataan resmi Aremania Utas.
Organisasi tersebut juga menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif dalam proses hukum yang tengah berlangsung. Mereka membuka kemungkinan pendampingan apabila ditemukan adanya keterlibatan anggota dalam kasus tersebut.
“Apabila dalam proses tersebut terdapat keterlibatan anggota organisasi dan/atau Aremania/Aremanita, maka kami telah menyiapkan tim pendampingan hukum guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.
Di sisi lain, Aremania Utas turut mengimbau seluruh elemen suporter untuk tetap menjaga situasi agar kondusif. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya meredam potensi konflik lanjutan serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Organisasi tetap mengimbau seluruh elemen Aremania untuk menjaga kondusivitas, menahan diri, serta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung,” pungkas rilis resmi tersebut.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, wisatawan asal Surabaya mengalami dugaan pengeroyokan dan perusakan kendaraan di kawasan Pantai Wedi Awu pada Senin (4/5/2026). Kemudian, setelah peristiwa tersebut Polres Malang menerima laporan dan mendatangi lokasi tempat kejadian perkara pada Selasa (5/5/2026).
Baca Juga : Heboh Dugaan Kekerasan Seksual di Sekolah Swasta Islam Kota Malang
Dilansir dari berbagai sumber dan pesan berantai di media sosial, aksi dugaan pengeroyokan dan perusakan ini dipicu oleh nyanyian para wisatawan yang diduga menghina suporter Arema FC atau Aremania
Setelah itu, Polres Malang melakukan pemeriksaan terhadap 69 wisatawan yang berada dalam rombongan tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, sebanyak 31 wisatawan diketahui positif mengonsumsi narkoba jenis ganja dan sabu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mendalami awal kronologi peristiwa yang terjadi di Kabupaten Malang ini.
