JATIMTIMES – Bencana alam akibat hujan deras kembali melanda wilayah Kota Batu. Terbaru, sebuah plengsengan teknis di kawasan RT 05 RW 06 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, ambrol setelah tidak mampu menahan tekanan debit air yang meningkat signifikan pada Jumat (17/4/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.10 WIB tersebut bermula saat hujan lebat mengguyur wilayah pusat Kota Batu dalam durasi yang cukup lama. Kondisi ini menyebabkan volume air pada saluran irigasi setempat meluap dan memberikan beban berlebih pada struktur penahan tanah di sekitarnya.
Baca Juga : Pencuri Gasak Rel Kereta Api Senilai Rp 11,5 Juta di Jombang, Ada Pegawai KAI Terlibat?
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko menjelaskan bahwa faktor utama kejadian ini adalah kejenuhan tanah akibat air hujan serta kapasitas saluran irigasi yang terbatas. Tekanan air yang sangat kuat akhirnya meruntuhkan plengsengan teknis dengan dimensi yang cukup besar.
"Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, plengsengan yang ambrol memiliki panjang sekitar 6 meter dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Hal ini dipicu oleh debit air irigasi yang meningkat drastis hingga melampaui kapasitas tampung saluran tersebut," ujar Suwoko dalam laporan resminya.
Dampak dari ambrolnya plengsengan ini menyebabkan material tanah dan batu menutup sebagian besar badan saluran irigasi. Akibatnya, aliran air yang seharusnya mengairi area pertanian dan perkebunan warga sekitar menjadi terhambat dan terganggu.
Meskipun kerusakan infrastruktur cukup signifikan, BPBD Kota Batu memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Lokasi kejadian yang berada di area irigasi membuat dampak bencana lebih terkonsentrasi pada fungsi distribusi air untuk lahan perkebunan.
Segera setelah menerima laporan dari warga, personel pusdalops BPBD Kota Batu diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan, kaji cepat dan koordinasi. Proses evakuasi dan pemantauan juga dibantu oleh perangkat Kelurahan Temas, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) setempat, serta warga sekitar. "Untuk mencegah dampak yang lebih meluas, sudah direkomendasikan penanganan pasca-bencana," kata Suwoko.
Baca Juga : Hilang Dua Pekan, Warga Banyuputih Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran Situbondo
Salah satu poin utamanya adalah perlunya pembangunan kembali plengsengan teknis secara permanen oleh instansi terkait agar saluran irigasi dapat berfungsi normal kembali.
Pemerintah Kota Batu melalui BPBD juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat lereng atau saluran air. "Mengingat curah hujan yang masih tinggi, potensi luapan air dan pergeseran tanah sewaktu-waktu masih bisa terjadi," imbuhnya.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pemantauan di titik lokasi longsor. Koordinasi lintas sektoral terus diperkuat untuk memastikan langkah rekonstruksi plengsengan dapat segera dijadwalkan demi menjamin kelancaran pasokan air bagi para petani di Kelurahan Temas.
