Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Uji MBG Skema Prasmanan di Malang, Dewan: Jangan Sampai Membebani Guru

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Apr - 2026, 19:08

Placeholder
Uji coba MBG dengan skema prasmanan.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Uji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan skema prasmanan mulai diuji di Kota Malang. Kegiatan ini turut dihadiri Suryadi, S.Pd., M.M., bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Dalam kesempatan tersebut, Suryadi menilai konsep prasmanan menjadi pendekatan baru yang cukup menarik dalam pelaksanaan MBG di lingkungan sekolah. Skema ini dinilai lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan siswa dibanding pola distribusi makanan dari dapur terpusat yang selama ini diterapkan.

Baca Juga : Relokasi Diharap Jadi Solusi, DPRD Kota Malang Soroti Pedagang Pasar Gadang dan Komitmen Pemkot

“Ini inovasi yang patut dikaji lebih dalam. Ada nilai fleksibilitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan siswa di masing-masing sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, sistem prasmanan memungkinkan makanan disajikan dalam kondisi lebih hangat sehingga lebih layak dikonsumsi. Selain itu, siswa juga dapat mengambil porsi makan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Hal ini dinilai mampu menekan potensi pemborosan makanan tanpa mengurangi standar gizi yang telah ditetapkan.

Meski demikian, Suryadi mengingatkan agar implementasi program ini tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Ia menegaskan bahwa waktu pembelajaran harus tetap menjadi prioritas utama.

“Program ini jangan sampai membebani guru. Tugas utama mereka tetap mengajar, sehingga skema apapun yang diterapkan harus mempertimbangkan hal tersebut,” tegasnya.

Ia juga menilai, setiap skema distribusi MBG memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, diperlukan kajian yang matang, komprehensif, dan berbasis data sebelum diterapkan secara luas.

Baca Juga : Destinasi Wisata Mikutopia di Kota Batu Belum Kantongi Dokumen AMDAL, Tabrak Prosedur Perizinan?

Suryadi mendorong pemerintah untuk membuka ruang pembelajaran dari negara lain yang telah lebih dulu menerapkan sistem serupa. Namun, ia menekankan pentingnya penyesuaian dengan kondisi lokal, mulai dari budaya, kebiasaan makan, hingga keberagaman menu nusantara.

“Prinsipnya, kita ingin MBG ini benar-benar memberi manfaat maksimal bagi siswa, baik dari sisi kesehatan maupun efektivitas pelaksanaan. Skema prasmanan ini menjanjikan, tapi tetap harus dimatangkan,” jelasnya.

Melalui uji coba ini, pemerintah diharapkan dapat menemukan formulasi terbaik dalam pelaksanaan MBG. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan siswa, tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran di sekolah.


Topik

Pemerintahan mbg prasmanan kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri