Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Operasi Ketupat Semeru 2026: Kriminalitas di Kota Malang Turun 26 Persen, Pelanggaran Lalu Lintas Nol

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

01 - Apr - 2026, 11:42

Placeholder
Petugas saat mengatur lalu lintas. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Polresta Malang Kota mencatat penurunan gangguan kamtibmas sebesar 26 persen dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung selama libur Nyepi dan Lebaran 2026 di wilayah Kota Malang. 

Pada Operasi Ketupat Semeru 2026, polisi mendapati 20 kasus. Jumlah tersebut merosot 26 persen jika dibandingkan pada Operasi Ketupat Semeru 2025. Saat itu tercatat 29 kasus.

Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025

Rinciannya, kejahatan konvensional turun 29 persen dari 24 menjadi 16 kasus. Kasus atensi seperti curat, curas, dan narkotika nihil atau turun 100 persen. Pelanggaran lalu lintas merosot dari 1.281 kasus menjadi nol selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Di sisi lain, angka kecelakaan lalu lintas naik tipis dari 7 menjadi 9 kejadian, namun tanpa korban luka berat.

Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli mengatakan bahwa tren penurunan ini menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan selama operasi berlangsung.

“Penurunan terlihat cukup signifikan, khususnya pada kejahatan konvensional. Bahkan untuk kasus atensi seperti curat, curas, dan narkotika, tahun ini berhasil kita tekan hingga nol kasus,” kata Wiwin, Rabu (1/4/2026).

Selain fokus pada penindakan, Polresta Malang Kota juga memperkuat pelayanan publik melalui inovasi digital dan pengaturan lalu lintas. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah pembentukan tim urai di sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan.

Ke depan, Polresta Malang Kota berkomitmen mempertahankan tren positif tersebut demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat. “Kami akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan agar keamanan dan ketertiban di Kota Malang tetap terjaga,” tutup Kompol Wiwin.

Sementara, Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhirin menambahkan bahwa pendekatan tahun ini lebih adaptif terhadap potensi lonjakan mobilitas masyarakat. “Kami menyiapkan microsite informasi yang bisa diakses masyarakat serta menempatkan tim urai di titik-titik strategis untuk mengantisipasi kemacetan,” jelasnya.

Baca Juga : Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair April 2026, Ini Cara Cek Nama Penerima dan Besarannya

Sejumlah lokasi seperti simpang tiga Jembatan Tunggul Mas, simpang tiga Kedungkandang, hingga simpang tiga Kacuk menjadi fokus pengawasan. Hasilnya, arus lalu lintas relatif lebih terkendali meski volume kendaraan meningkat.

“Keberadaan tim urai terbukti efektif. Pelanggaran lalu lintas yang sebelumnya cukup tinggi, tahun ini bisa ditekan hingga nol,” tambah Lukman.

Meski angka kecelakaan mengalami penurunan tipis, Polresta Malang Kota memastikan tingkat fatalitas berhasil ditekan. Tidak ada korban luka berat yang dilaporkan selama operasi berlangsung.

Menurut kasi humas, keberhasilan ini disebut sebagai hasil kolaborasi lintas instansi yang terlibat dalam pengamanan, mulai dari kepolisian hingga unsur pendukung lainnya di lapangan. Kurang lebih selama Operasi Ketupat Semeru 2026 melibatkan ribuan personel gabungan.


Topik

Hukum dan Kriminalitas Operasi Ketupat Semeru 2026 Polresta Malang Kota Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy