Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Lebaran Ketupat Tak Hanya di Indonesia, Ini Negara Lain yang Juga Punya Tradisi Serupa

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

28 - Mar - 2026, 07:37

Placeholder
Ketupat. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Lebaran Ketupat selama ini dikenal sebagai tradisi khas masyarakat Indonesia, terutama di Jawa yang dirayakan sepekan setelah Idulfitri. Momen ini identik dengan hidangan ketupat yang disajikan bersama berbagai lauk khas dan menjadi simbol kebersamaan setelah bulan Ramadan.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa tradisi ketupat ternyata juga hidup di sejumlah negara Asia Tenggara. Meski tidak selalu dirayakan dalam bentuk Lebaran Ketupat seperti di Indonesia, kehadiran ketupat tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Hari Raya Idulfitri di berbagai wilayah tersebut.

Baca Juga : Bixie Haircut 2026: Gaya Rambut Pendek Stylish yang Lagi Viral

Ketupat, Warisan Kuliner Asia Tenggara

Mengacu pada buku Membuat Ketupat Lebaran karya Malahayati, ketupat atau kupat merupakan makanan berbahan dasar beras yang dibungkus menggunakan anyaman daun kelapa muda atau janur.

Proses pembuatannya terbilang unik. Beras dimasukkan ke dalam anyaman janur, lalu direbus hingga mengembang dan padat. Hasilnya adalah nasi yang memiliki tekstur lebih kenyal dan bentuk khas menyerupai belah ketupat.

Di berbagai negara Asia Tenggara, ketupat dikenal dengan nama yang berbeda-beda, seperti “ketupat” di Malaysia dan Brunei, serta tetap disebut “ketupat” di kalangan masyarakat Melayu di Singapura.

Negara-Negara yang Memiliki Tradisi Ketupat

Selain Indonesia, ketupat juga bisa ditemukan di beberapa negara berikut:

1. Malaysia

Di Malaysia, ketupat menjadi salah satu hidangan wajib saat Hari Raya Idulfitri. Masyarakat biasanya menyajikannya bersama lemang, rendang, dan aneka kue khas yang dikenal sebagai kuih raya.

Suasana perayaan juga semakin meriah dengan adanya pelita atau lampu minyak yang dipasang di sekitar rumah. Tradisi ini memperkuat nuansa kebersamaan dan kekeluargaan saat Lebaran.

2. Brunei Darussalam

Di Brunei, ketupat juga hadir sebagai bagian dari sajian Lebaran. Masyarakat setempat biasanya menikmati ketupat bersama lauk berbumbu khas Melayu.

Meski tidak memiliki tradisi Lebaran Ketupat seperti di Jawa, kehadiran ketupat tetap menjadi simbol perayaan dan kebersamaan keluarga.

3. Singapura

Di Singapura, ketupat banyak ditemukan dalam perayaan Hari Raya, khususnya di kalangan masyarakat Melayu. Hidangan ini biasanya disandingkan dengan rendang, opor, atau sambal goreng.

Tradisi ini menunjukkan kuatnya pengaruh budaya Melayu dalam perayaan Idulfitri di negara tersebut.

Keunikan Olahan Ketupat di Indonesia

Indonesia memiliki beragam variasi olahan ketupat yang berkembang di berbagai daerah. Beberapa di antaranya bahkan menjadi ikon kuliner lokal.

Contohnya kupat tahu khas Grabag, Magelang yang memadukan ketupat dengan tahu dan bumbu kacang. Ada juga kupat glabet dari Tegal yang memiliki cita rasa gurih dan sedikit pedas.

Selain itu, ketupat juga sangat populer disajikan bersama sate, opor ayam, hingga sayur labu, menjadikannya hidangan utama saat Lebaran.

Baca Juga : Bupati Sanusi Sebut BPOM RI Segera Dirikan UPT di Kepanjen

Jenis dan Teknik Pembuatan Ketupat

Secara umum, terdapat dua bentuk ketupat yang dikenal, yaitu bentuk kepal yang paling sering dijumpai dan bentuk jajar genjang. Perbedaan keduanya terletak pada pola anyaman janur.

Pemilihan bahan juga sangat penting. Janur yang digunakan sebaiknya memiliki kualitas baik, tidak terlalu muda agar tidak mudah sobek, dan tidak terlalu tua agar tetap lentur saat dianyam.

Proses perebusan ketupat biasanya memakan waktu beberapa jam hingga beras di dalamnya benar-benar matang dan padat sempurna.

Makna Filosofis Ketupat dalam Budaya Jawa

Bagi masyarakat Jawa, ketupat memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar makanan. Istilah “kupat” dipercaya berasal dari ungkapan “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan.

Filosofi ini erat kaitannya dengan tradisi sungkeman saat Lebaran, di mana seseorang meminta maaf kepada orang tua dan kerabat.

Selain itu, terdapat pula konsep “laku papat” yang melambangkan empat tindakan dalam kehidupan. Nilai-nilai ini menjadikan ketupat sebagai simbol introspeksi diri dan hubungan sosial yang harmonis.

Tak hanya itu, sebagian masyarakat Jawa juga memiliki kebiasaan menggantung ketupat di pintu rumah sebagai simbol tertentu yang dipercaya membawa makna perlindungan.

Tradisi Ketupat di Bali yang Unik

Di Bali, ketupat tidak hanya hadir sebagai makanan, tetapi juga bagian dari sarana upacara keagamaan. Ketupat sering dijadikan sesaji dalam berbagai ritual sebagai bentuk rasa syukur.

Dilansir dari Antaranews.com, masyarakat di Desa Kapal, Badung, memiliki tradisi khas bernama Perang Ketupat. Dalam tradisi ini, warga saling melempar ketupat sebagai simbol syukur atas hasil panen sekaligus mempererat kebersamaan.

Tradisi ini menjadi salah satu contoh bagaimana ketupat tidak hanya memiliki nilai kuliner, tetapi juga nilai budaya dan spiritual. Ketupat bukan sekadar hidangan pelengkap saat Lebaran, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Asia Tenggara.

Dari Indonesia hingga Malaysia, Brunei, dan Singapura, ketupat hadir sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan tradisi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Perbedaan cara merayakan justru menjadi kekayaan budaya yang menunjukkan betapa luasnya makna sebuah hidangan sederhana seperti ketupat.


Topik

Serba Serbi lebaran ketupat ketupat sejrah ketupat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana