Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Transportasi

Warga Ternyang Malang Sumringah Berkat Adanya Jembatan Garuda Terpanjang, Pangkas Waktu ke Kepanjen

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - Mar - 2026, 08:20

Placeholder
Jembatan Garuda yang menghubungkan Kecamatan Sumberpucung-Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang saat prosesi peresmian yang turut dilaunching oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring pada awal Maret 2026 lalu. (Foto: Ashaq Lupito/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pembangunan Jembatan Garuda turut mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak tanpa terkecuali dari masyarakat sekitar. Warga merasa sangat terbantu jika bepergian lantaran jembatan tersebut dapat menghubungkan Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung dan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Indah Novitasari warga Dusun Turus, Desa Ternyang menuturkan, jika melewati akses Jembatan Garuda bisa memangkas waktu perjalanan hingga sekitar 15 menit. "Dari sini (Desa Ternyang, red) ke Kepanjen biasanya sekitar 45 menit. Tapi kalau lewat jembatan ini bisa 30 menit saja jika naik motor,” katanya.

Baca Juga : Empat Alat Pungut Pajak Daerah Andalan Bapenda Kabupaten Malang

Indah menyebut, warga Desa Ternyang banyak yang bekerja sebagai buruh di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. "Tapi juga banyak anak sekolah yang sering menggunakan jembatan ini," imbuhnya.

Indah beserta warga lainnya mengaku sangat terbantu dengan adanya jembatan gantung tersebut. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

"Kalau saya biasanya lewat jembatan ini untuk ke Pasar Kepanjen. Jadi bisa lebih hemat ongkos, waktu, dan tenaga untuk transportasi,” imbuhnya.

Indah menyebut, sebelum ada jembatan, para warga biasanya melewati akses jalan raya jika mau ke Kecamatan Kepanjen. Namun, jika ingin memangkas waktu perjalanan, para warga biasanya juga menggunakan jasa perahu gethek untuk menyeberang sungai. "Kalau naik perahu bayarnya sekitar Rp 2.000-5.000," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan, Jembatan Garuda di Desa Ternyang tersebut telah diresmikan pada 9 Maret 2026. Keberadaan jembatan gantung yang menghubungkan dua kecamatan antara Kecamatan Kepanjen dengan Sumberpucung tersebut menjadi yang terpanjang pada pembangunan tahap pertama Jembatan Garuda.

Pembangunan Jembatan Garuda tersebut diinisiasi oleh TNI Angkatan Darat (AD). Sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendukung pembangunan infrastruktur untuk menuju jembatan tersebut termasuk paving jalan.

Baca Juga : Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Jangan Sampai Semangat Ibadah Hilang usai Idulfitri

Pembangunan jembatan tersebut berlangsung kurang dari satu bulan. Yakni pada rentang akhir tahun 2025 dan rampung di awal tahun 2026.

Secara spesifikasi, Jembatan Garuda yang baru saja diresmikan tersebut sepanjang 143 meter. Yakni dengan lebar jembatan sekitar 1,2 meter. Spesifikasi tersebut memungkinkan untuk dilalui oleh pejalan kaki maupun kendaraan roda dua secara bergantian.

Lantaran berbentuk jembatan gantung itulah yang menyebabkan pemakaiannya juga dibatasi supaya awet dan aman. Pada sekali dilewati, jembatan gantung tersebut hanya bisa untuk satu motor atau tiga pejalan kaki bersamaan.

"Kadang pas di tengah-tengah jembatannya goyang, tapi memang sangat membantu supaya perjalanan lebih cepat,” pungkas Indah.


Topik

Transportasi Jembatan Ternyang Kabupaten Malang Jembatan Garuda Kepanjen



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Sri Kurnia Mahiruni