Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Transaksi QRIS di Kota Malang Tembus Rp 12,9 Triliun pada 2025, Didominasi UMKM dan Anak Muda

Penulis : Irsya Richa - Editor : A Yahya

23 - Mar - 2026, 09:52

Placeholder
Transaksi saat menggunakAN QRIS. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di Kota Malang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, nilai transaksi QRIS di wilayah ini mencapai Rp12,9 triliun, melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 7,4 triliun.

Tak hanya dari sisi nominal, jumlah transaksi juga meningkat pesat. Selama 2025 tercatat sekitar 109 juta transaksi menggunakan QRIS, naik hampir dua kali lipat dibanding 2024 yang mencapai 60,5 juta transaksi.

Baca Juga : Hitungan Kalori Kue Lebaran dari Nastar sampai Kastengel, Lengkap dengan Cara Membakarnya

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan pertumbuhan tersebut juga didorong oleh meningkatnya jumlah merchant yang menggunakan QRIS. Pada 2025, jumlah merchant tercatat mencapai 636,6 ribu, bertambah dari 508,9 ribu pada tahun sebelumnya. “Dari ratusan ribu merchant yang menggunakan QRIS itu, sekitar 70 persennya berasal dari sektor UMKM,” ungkap Indra. 

Menurut Indra, pesatnya perkembangan ekosistem pembayaran digital di Kota Malang tidak lepas dari karakter kota tersebut sebagai kota pendidikan. Dominasi mahasiswa membuat adopsi teknologi pembayaran digital, termasuk QRIS, lebih cepat diterima.

“Rata-rata pengguna QRIS berada pada rentang usia 17 hingga 30 tahun. Kota Malang memiliki banyak mahasiswa sehingga penggunaan pembayaran digital berkembang sangat cepat,” jelas Indra.

Selain faktor demografi, sektor usaha juga turut mendorong peningkatan transaksi QRIS. Banyak pelaku UMKM di Kota Malang bergerak di bidang kuliner, fesyen, dan industri kreatif digital sektor yang relatif adaptif terhadap penggunaan teknologi pembayaran non-tunai.

Digitalisasi juga mulai merambah pasar tradisional. Beberapa pasar rakyat seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo kini telah memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran, sehingga turut memperluas penggunaan transaksi digital di kalangan masyarakat. “Potensi pariwisata di Kota Malang juga cukup besar, sehingga dukungan terhadap digitalisasi sektor wisata menjadi semakin mudah dilakukan,” tambah Indra.

Baca Juga : Kantor Pos Batu Tetap Buka Saat Lebaran 2026, Layanan Kirim Barang dan Uang Jalan Terus

Di tingkat pelaku usaha, penggunaan QRIS juga mulai dirasakan manfaatnya. Ahmad, salah satu penjual bakso di Kota Malang, mengaku separuh pelanggannya kini lebih memilih pembayaran digital. “Sekitar 50 persen pelanggan saya membayar pakai QRIS, kebanyakan anak muda. Sisanya masih pakai uang tunai, biasanya pelanggan yang usianya di atas 35 tahun,” katanya.

Dengan menghadirkan QRIS salah satu upaya mempermudah pelanggannya untui melakukan transaksi non tunai. Melihat saat ini rata-rata banyak yang mengandalkan layanan tersebut.


Topik

Ekonomi bank indonesia malang qris indra kuspriyadi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

A Yahya