Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Berawal dari Keripik Apel, Lisa Amalia Sukses Kembangkan Apelicious Jadi Camilan Sehat dengan Puluhan Varian

Penulis : Irsya Richa - Editor : A Yahya

20 - Mar - 2026, 08:05

Placeholder
Lisa dengan produknya di Apelicius, Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Berawal dari keinginan sederhana untuk memiliki usaha sendiri, Lisa Amalia kini berhasil membesarkan brand camilan sehat Apelicious yang dikenal dengan berbagai varian keripik buah dan sayur. Usaha yang dirintis sejak 2016 itu bahkan kini mampu menjual ratusan kilogram produk setiap harinya dan menjangkau pasar hingga luar negeri.

Lisa menceritakan, ide awal membangun Apelicious muncul setelah dirinya lulus kuliah dari Universitas Brawijaya Malang. Saat itu ia melihat peluang besar dari industri oleh-oleh khas Malang, khususnya keripik buah. “Awalnya itu tahun 2016. Saya baru lulus kuliah dan ingin punya bisnis sendiri. Saya lihat Malang ini besar sekali untuk industri keripik buah sebagai oleh-oleh,” kata Lisa.

Baca Juga : Ingin Turunkan Berat Badan setelah Lebaran? Coba 5 Cara Ini agar Tubuh Kembali Ideal

Pada tahap awal, Lisa memulai usaha dengan sistem maklon atau bekerja sama dengan pabrik produksi. Ia mencoba menjual produk ke berbagai toko oleh-oleh di Malang. Namun langkah tersebut tidak mudah, karena harus bersaing dengan brand yang sudah lebih dulu dikenal.

“Di awal kami benar-benar maklon, kerja sama dengan pabrik. Tapi karena kami brand baru, kami kalah dengan brand yang sudah lama. Banyak toko yang menolak,” imbuh Lisa.

Penolakan itu justru membuat Lisa mencari cara lain untuk menjual produknya. Ia akhirnya memutuskan fokus berjualan secara online melalui marketplace dan media sosial.

“Karena ditolak toko-toko, akhirnya saya pikir ya sudah bikin toko sendiri saja, tapi online. Awalnya dari Shopee dan Instagram,” tambah warga Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru ini.

Pengalaman bekerja di bidang pemasaran digital juga menjadi bekal penting bagi Lisa. Ia sempat bekerja di bidang online marketing sebelum akhirnya memutuskan resign pada 2018 untuk fokus mengembangkan Apelicious.

“Dulu saya kerja di bidang online marketing, jadi dapat basic ilmunya dari situ. Setelah beberapa tahun, saya resign di 2018 dan fokus mengembangkan Apelicious,” jelas Lisa.

Produk pertama yang dijual Apelicious adalah keripik apel dengan berbagai rasa, seperti cokelat dan cappuccino. Namun konsep tersebut ternyata tidak berjalan sesuai harapan.

Kemudian, Lisa mengubah strategi dengan memposisikan produknya sebagai oleh-oleh khas Malang. Strategi ini sempat berhasil hingga pandemi Covid-19 datang dan membuat sektor oleh-oleh mengalami penurunan drastis.

Di tengah kondisi tersebut, Lisa kembali melakukan perubahan strategi dengan menempatkan produknya sebagai camilan sehat yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

“Pas Covid kan oleh-oleh mati. Dari situ saya berpikir, ini kan buah, sehat. Kenapa tidak dijadikan camilan sehat saja, bukan hanya oleh-oleh. Dari situ akhirnya brand kami justru viral di 2021,” terang Lisa.

Apelicious tetap mempertahankan produk keripik buah, namun memperkuat branding sebagai camilan sehat tanpa tambahan gula, MSG, pewarna, serta pengawet.

“Inilah yang harus kami edukasikan ke market. Karena dibandingkan jajanan biasa, harga kami memang lebih mahal, tapi bahan kami benar-benar asli tanpa tambahan apa pun,” jelas Lisa.

Baca Juga : Jeng Ayud, Olahan Ikan Rumahan yang Kini Suplai Restoran

Seiring berkembangnya usaha, Apelicious juga terus melakukan inovasi produk. Jika awalnya hanya menjual keripik buah satuan, kini produk mereka hadir dalam berbagai campuran buah hingga varian sayur. “Inovasi itu penting karena market bisa bosan. Awalnya buah satuan, lalu kami mix buah. Setelah itu kami coba sayur juga,” ujar Lisa.

Varian sayur pertama yang diluncurkan adalah keripik wortel. Kini Apelicious memiliki lebih dari 30 varian produk, mulai dari nangka, apel, pisang, salak, mangga, hingga sayuran seperti wortel, buncis, kentang, brokoli, okra, hingga cabai.

Beberapa inovasi bahkan lahir dari ide netizen di media sosial. “Kadang ide datang dari komentar netizen. Mereka suka kasih ide aneh-aneh, tapi justru menarik untuk dicoba,” kata Lisa.

Meski demikian, tidak semua eksperimen berhasil. Lisa mengaku pernah mencoba membuat keripik alpukat, namun hasilnya tidak bisa dijual karena rasanya pahit. “Bentuknya bagus, tapi rasanya pahit setelah jadi keripik. Jadi tidak semua inovasi berhasil,” ucapnya.

Saat ini, permintaan produk Apelicious terus meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Lisa menggandeng berbagai pelaku UMKM yang memiliki fasilitas produksi. “Kami menggandeng UMKM yang punya pabrik tapi belum punya pasar. Kami bantu jualkan, tentu dengan standar kualitas dari kami,” katanya.

Dengan sistem tersebut, produksi Apelicious kini bisa mencapai ratusan kilogram per hari. Bahkan untuk varian tertentu yang sedang populer, jumlahnya bisa lebih tinggi. “Totalnya ratusan kilogram per hari dari semua varian. Bahkan satu varian saja kalau lagi ramai bisa di atas ratusan kilo per hari,” ungkap Lisa.

Mayoritas penjualan Apelicious masih didominasi oleh pasar online melalui marketplace dan media sosial. Meski demikian, produknya kini juga telah menjangkau pembeli hingga luar negeri melalui sistem titip atau jastip. “Sudah pernah sampai Eropa juga. Biasanya lewat teman yang bawa atau jastip,” kata Lisa.

Saat ini, Apelicious telah berkembang pesat dari usaha kecil yang hanya dikelola bersama suami menjadi tim dengan sekitar 70 orang karyawan di bagian kantor dan operasional. 

Meski begitu, Lisa mengakui tantangan dalam menjalankan usaha tetap ada, terutama dalam menghadapi dinamika pasar dan daya beli masyarakat. “Sekarang tantangannya kita harus selalu lincah dan cepat beradaptasi. Kalau masih pakai cara lama, sudah tidak bisa. Kita harus terus improvisasi,” tutup Lisa.


Topik

Ekonomi lisa amalia keripik apel apelicous



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

A Yahya