JATIMTIMES - Lebaran identik dengan berbagai kue kering yang tersaji di meja tamu. Mulai dari nastar, kastengel, hingga putri salju, semuanya seolah sulit ditolak ketika berkumpul bersama keluarga.
Namun sebelum terlalu banyak menyantapnya, ada baiknya mengetahui berapa kalori yang terkandung dalam kue Lebaran. Tanpa disadari, camilan kecil ini ternyata bisa menyumbang kalori cukup besar bagi tubuh.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Bahkan, jika dikonsumsi berlebihan, kalori kue Lebaran bisa setara dengan satu porsi nasi lengkap dengan lauk. Tak heran jika setelah libur Lebaran banyak orang merasa berat badan ikut naik.
Berikut beberapa kue Lebaran populer beserta perkiraan kalorinya, lengkap dengan cara sederhana untuk membantu membakar kalori tersebut.
1. Nastar
Nastar menjadi salah satu kue yang hampir selalu hadir saat Lebaran. Meski identik dengan isian selai nanas, kue ini sebenarnya didominasi bahan tepung dan mentega yang cukup tinggi kalori.
Dalam sekitar 50 gram atau kira-kira 10 buah nastar, terdapat sekitar 512 kilokalori (Kkal). Jumlah ini hampir setara dengan dua porsi nasi dengan ayam goreng.
Agar kalori tersebut tidak menumpuk, salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah melakukan aktivitas fisik seperti berjalan cepat selama sekitar 1,5 jam.
2. Putri Salju
Kue berbentuk bulan sabit dengan taburan gula halus ini juga menjadi favorit banyak orang saat Lebaran.
Rata-rata satu buah putri salju dengan berat sekitar 6 gram mengandung sekitar 22,5 Kkal. Jika mengonsumsi 10 buah saja, maka kalori yang masuk ke tubuh mencapai sekitar 225 Kkal.
Karena itu, konsumsi kue ini sebaiknya tetap dibatasi agar tidak menambah asupan kalori berlebihan.
3. Kastengel
Bagi pencinta keju, kastengel sering menjadi kue yang sulit ditolak. Aroma keju yang kuat membuat kue ini selalu habis lebih dulu di meja tamu.
Namun di balik rasanya yang gurih, kastengel juga menyimpan kalori cukup tinggi. Sekitar 10 buah kastengel mengandung sekitar 406 Kkal.
Jumlah ini hampir setara dengan satu porsi makanan utama, sehingga sebaiknya dikonsumsi secukupnya saja.
4. Apollo Roka Wafer Ball
Selain kue buatan rumah, camilan seperti Roka wafer ball juga kerap menjadi pelengkap toples Lebaran.
Setiap bungkus camilan ini mengandung sekitar 30 Kkal. Jika mengonsumsi lima buah dalam sehari, total kalori yang masuk ke tubuh bisa mencapai 150 Kkal.
Meski terlihat kecil, konsumsi berlebihan tetap bisa menambah asupan kalori harian.
Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi
5. Rempeyek Kacang
Rempeyek atau peyek kacang juga sering disajikan saat Lebaran, meski bukan termasuk kue kering yang dipanggang.
Satu buah rempeyek ukuran sedang rata-rata mengandung sekitar 44 Kkal. Jika mengonsumsi 10 buah saja, kalori yang masuk ke tubuh bisa mencapai 440 Kkal.
Jumlah ini cukup besar untuk ukuran camilan.
Mengapa Kue Lebaran Tinggi Kalori?
Ahli gizi dr Eka Febriyanti menjelaskan bahwa sebagian besar kue Lebaran dibuat dari tepung yang termasuk karbohidrat sederhana dan memiliki kalori cukup tinggi.
"Tepung itu salah satu bentuk karbohidrat sederhana, dan itu tidak baik untuk kesehatan kita. Karena akan cepat meningkatkan gula darah, dan kalorinya tinggi," ujarnya.
Menurutnya, kenaikan gula darah tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan tubuh sebagai energi. Namun jika tidak digunakan, maka energi tersebut akan menumpuk menjadi lemak.
"Kalau gula darah cepat naik kemudian energi dari gula tersebut tidak digunakan maka akan mudah menumpuk menjadi lemak, jadi akan beresiko menyebabkan kegemukan juga ketidakstabilan gula darah. Caranya kita tanamkan bahwa makan kue lebaran itu secukupnya saja," lanjutnya.
Cara Mengantisipasi Kalori Berlebih
Untuk menghindari penumpukan kalori setelah menyantap kue Lebaran, dr Eka menyarankan agar tetap melakukan aktivitas fisik.
"Mengurangi dampak kalau sudah terlanjur mengonsumsi kue lebaran yang banyak ya tentu saja kita harus membakar kalori agak kalori tidak berlebihan, bisa dengan melakukan aktivitas jangan hanya rebahan, bisa dengan olahraga atau aktivitas fisik lainnya. Kemudian perbanyak juga serat dan makan sayuran," jelasnya.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan tetap menjaga pola makan seimbang serta memperhatikan asupan cairan. dr Eka juga mengingatkan agar tidak berlebihan mengonsumsi minuman manis yang bisa semakin meningkatkan kadar gula dalam darah.
"Jangan lupa tetap memperhatikan makanan bergizi seimbang, harus tercukupi serat, hidrasi harus cukup, air putih ya, jangan terlalu banyak minum yang manis manis karena akan meningkatkan gula dalam darah dan menumpuk menjadi lemak. Jadi ketika puasa kita sudah banyak bersih bersih lemak, metabolisme sudah baik, jangan sampai ketika lebaran kita mengacaukannya lagi, kalau bisa kita tetap mempertahankan pola hidup sehat yang sudah dibangun selama Ramadhan," tutupnya.
Karena itu, menikmati kue Lebaran sebenarnya tidak masalah selama porsinya tetap terkontrol. Dengan begitu, momen berkumpul bersama keluarga tetap terasa menyenangkan tanpa harus khawatir berat badan naik setelah libur panjang.
