JATIMTIMES - Aktivitas investasi bukanlah hal baru dalam sejarah Islam. Sejak masa kehidupan Nabi Muhammad SAW, praktik pengelolaan harta dan investasi sudah dikenal dan dijalankan dengan prinsip kejujuran serta keadilan.
Rasulullah tidak hanya dikenal sebagai teladan dalam kehidupan spiritual umat Islam, tetapi juga sosok yang berhasil dalam dunia bisnis. Cara beliau mengelola usaha dan investasi bahkan masih relevan hingga saat ini.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 20 Maret 2026: Aries Penuh Keberanian, Taurus Diminta Fokus Prioritas
Lalu, seperti apa strategi investasi yang dilakukan Nabi Muhammad SAW? Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkapnya:
1. Membangun Kepercayaan untuk Mendapatkan Modal
Menurut riset The Rasulullah Way of Business (2021), salah satu modal utama Nabi Muhammad dalam berbisnis adalah kepercayaan. Beliau dikenal memiliki sifat jujur (shiddiq) dan amanah, sehingga banyak orang yang percaya untuk menitipkan modal usaha kepadanya.
Dengan modal tersebut, Rasulullah menjalankan perdagangan dan kemudian membagikan keuntungan kepada para pemodal melalui sistem bagi hasil. Pola kerja sama seperti ini dalam ekonomi Islam dikenal sebagai mudharabah, yaitu kerja sama antara pemilik modal dan pengelola usaha dengan pembagian keuntungan yang disepakati.
2. Beternak untuk Sumber Penghasilan
Salah satu bentuk investasi yang dilakukan Nabi Muhammad adalah beternak. Sejak kecil, beliau sudah terbiasa menggembala dan merawat hewan ternak.
Kebiasaan tersebut terus berlanjut hingga dewasa. Rasulullah diketahui memiliki puluhan ekor unta serta beberapa hewan lain seperti kuda, keledai, sapi, dan domba. Aktivitas beternak ini menjadi salah satu sumber penghasilan yang stabil pada masa itu.
Selain memberikan keuntungan ekonomi, beternak juga menjadi bentuk investasi jangka panjang yang nilainya terus berkembang.
3. Investasi Tanah dan Properti
Selain beternak, Nabi Muhammad SAW juga melakukan investasi pada sektor tanah dan properti. Laporan dari Musaffa menyebutkan bahwa Rasulullah pernah menyewakan tanah kepada orang Yahudi dengan sistem bagi hasil.
Contohnya adalah tanah dan kebun kurma di wilayah Khaybar. Para pengelola diperbolehkan tinggal dan menggarap lahan tersebut, kemudian hasilnya dibagi sesuai kesepakatan. Sistem ini juga menjadi contoh penerapan konsep mudharabah dalam pengelolaan aset.
Pentingnya Sedekah dalam Mengelola Harta
Hal penting yang tidak bisa dipisahkan dari cara Rasulullah mengelola kekayaan adalah kebiasaan bersedekah. Islam mengajarkan bahwa di dalam harta yang dimiliki seseorang terdapat hak orang lain.
Baca Juga : Jasa Penukaran Uang Hukumnya Riba? Ini Menurut Pakar
Nabi Muhammad dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. Beliau tidak menimbun kekayaan, melainkan sering membagikannya kepada orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk uang, makanan, maupun pakaian.
Jika ingin meneladani cara Rasulullah dalam mengelola harta, beberapa bentuk investasi yang dapat dijadikan inspirasi antara lain:
• Investasi pada hewan ternak
• Investasi tanah dan properti
• Menerapkan sistem bagi hasil yang adil
• Tidak lupa bersedekah
Dengan menggabungkan usaha, investasi, serta kepedulian sosial, pengelolaan harta tidak hanya memberikan keuntungan materi, tetapi juga keberkahan.
