JATIMTIMES – Mobilitas penumpang transportasi domestik di Jawa Timur (Jatim) mulai melandai pada Januari 2026 setelah berpuncak di akhir tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim menunjukkan penurunan terjadi hampir di seluruh moda, mulai angkutan udara, laut, hingga kereta api dibandingkan Desember 2025.
Plt. Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati menyampaikan bahwa kedatangan penumpang angkutan udara domestik mengalami kontraksi dua digit secara bulanan.
Baca Juga : Daftar Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia, Iran Menyusul di 2026?
"Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang datang ke bandar udara di Jawa Timur pada Januari 2026 sebanyak 464,05 ribu orang atau turun 12,61 persen dibanding kondisi pada Desember 2025," jelasnya.
Koreksi tersebut juga terjadi pada sisi keberangkatan yang turun 11,75 persen dibanding bulan sebelumnya. Secara tahunan (year-on-year), pergerakan penumpang domestik masih mencatat penurunan, baik pada kedatangan maupun keberangkatan masing-masing sebesar 3,68 persen dan 4,88 persen.
Bandara Juanda tetap menjadi pintu utama dengan kontribusi lebih dari 95 persen terhadap total pergerakan penumpang domestik di Jatim. Meski demikian, dominasi tersebut belum mampu menahan tren perlambatan yang terjadi pada awal tahun.
Berbeda dengan penerbangan domestik, pergerakan internasional menunjukkan dinamika tersendiri. Kedatangan penumpang dari luar negeri meningkat 2,90 persen dibanding Desember 2025, sementara keberangkatan internasional turun 7,06 persen secara bulanan. Secara tahunan, pergerakan internasional masih mencatat pertumbuhan signifikan.
Perlambatan juga tercermin pada moda angkutan laut. Jumlah kapal singgah pelayaran domestik tercatat 2.530 unit atau turun 22,84 persen dibanding Desember 2025.
Sejalan dengan itu, arus kedatangan penumpang domestik melalui pelabuhan di Jatim mencapai 85,28 ribu orang atau turun 13,92 persen. Sedangkan keberangkatan penumpang tercatat 79,71 ribu orang atau turun 12,61 persen dibanding bulan sebelumnya.
Pelabuhan Tanjung Perak masih menjadi simpul utama pergerakan penumpang laut di Jatim dengan kontribusi terbesar terhadap total arus penumpang, meski ikut terdampak penurunan bulanan.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 4 Maret 2026: Kejutan Besar Menghampiri Aries hingga Virgo, Siap-Siap Kaget!
Tren serupa terjadi pada moda transportasi darat melalui kereta api. “Jumlah penumpang kereta api di Jawa Timur pada Januari 2026 turun 9,58 persen dibanding Desember 2025 menjadi 2,42 juta penumpang," ungkap Herum.
Penurunan terjadi pada seluruh segmen layanan. Penumpang kelas lokal turun 6,78 persen menjadi 1,57 juta orang, sedangkan kelas utama turun lebih dalam sebesar 14,31 persen menjadi 851,83 ribu orang.
Meski demikian, kelas lokal tetap mendominasi dengan kontribusi sekitar 64,82 persen dari total penumpang. Daop 8 Surabaya masih menjadi kontributor terbesar dalam pergerakan kereta api regional di Jatim.
Secara keseluruhan, Januari 2026 mencerminkan fase normalisasi setelah tingginya mobilitas pada periode akhir tahun. Koreksi yang terjadi hampir di seluruh moda domestik menunjukkan pola musiman, ketika aktivitas perjalanan kembali ke level yang lebih stabil usai puncak Desember.
Di sisi lain, pergerakan internasional yang relatif bertahan memberi sinyal bahwa konektivitas global Jatim tetap terjaga di tengah perlambatan domestik awal tahun.
