Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Pondok Ramadan MTsN 2 Kota Malang Diikuti 805 Siswa, Kenalkan Tradisi Pesantren Salafiyah dan Modern

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

26 - Feb - 2026, 12:14

Placeholder
Pembukaan kegiatan Pondok Ramadan MTsN 2 Kota Malang di Ponpes Al-Hayatul Islamiyah.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - MTsN 2 Kota Malang menggelar kegiatan Pondok Ramadan 2026 dengan nuansa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya dilaksanakan di lingkungan sekolah, tahun ini kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Hayatul Islamiyah dan menjadi pengalaman perdana bagi para siswa.

Ketua Panitia Pelaksana Pondok Ramadan Arif Bachtiar mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 805 siswa yang dibagi menjadi dua gelombang.

Baca Juga : Sekda Budiar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Dana BOS di Kabupaten Malang

Pada Rabu (26/2/2026), kegiatan diperuntukkan bagi siswa perempuan selama dua hari dua malam. Dimulai pukul 06.00 hingga 06.00 keesokan harinya. Sementara itu, gelombang berikutnya untuk siswa laki-laki digelar mulai Kamis hingga Jumat pagi dengan durasi serupa.

“Ini perdana kami bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Hayatul Islamiyah. Selama ini kegiatan dilaksanakan di kampus MTsN 2. Tahun ini kami ingin anak-anak langsung bersentuhan dengan lingkungan pesantren,” ujar Arif.

Kepala MTsN 2 Kota Malang Muhammad Amin Tohari saat memberikan arahan.(Foto: Istimewa).

Menurut dia, kegiatan ini bertujuan mengenalkan kehidupan pesantren dengan pendekatan salafiyah sekaligus modern. Para siswa diajak berdialog langsung dengan kiai dan pengasuh pondok, mengikuti kajian kitab, halaqah diskusi, hingga melaksanakan ibadah seperti salat tahajud berjamaah.

“Anak-anak kami kenalkan pada kajian kitab sekaligus pembelajaran leadership. Mereka dilatih menampilkan jati diri, berdiskusi, dan membangun karakter. Yang terpenting adalah kedekatan dengan kiai dan pembiasaan akhlak,” jelasnya.

Arif menambahkan, seluruh teknis kegiatan diserahkan kepada pengasuh dan pengurus pondok. Harapannya, siswa dapat meneladani kedisiplinan dan kemandirian yang diterapkan di pesantren, lalu membawanya ke kehidupan sehari-hari di rumah maupun di masyarakat.

“Setelah kegiatan ini tetap ada tindak lanjut. Kami berkomunikasi dengan wali murid untuk memantau pembiasaan salat, tadarus, dan kegiatan keagamaan lainnya. Harapannya anak-anak bisa berkiprah di lingkungan masing-masing, aktif di majelis taklim dan tadarus bersama masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MTsN 2 Kota Malang Muhammad Amin Tohari menuturkan bahwa konsep luar sekolah dipilih untuk memberikan suasana baru sekaligus menambah motivasi siswa selama Ramadan.

Pengasuh Ponpes Al-Hayatul Islamiyah memberikan arahan kepada santriwati MTsN 2 Kkfa

“Kita ingin memberikan warna berbeda. Anak-anak bisa mengenal langsung budaya pesantren, muatan ibadah yaumiyah, pembiasaannya, karakternya, termasuk sekilas rujukan kitab yang dipelajari,” ujarnya.

Baca Juga : MBG Ramadan 2026 Dipertanyakan, Komisi D DPRD Kota Malang Soroti Kualitas Menu

Ia menilai pengalaman belajar di luar sekolah juga memberi ruang studi komparasi bagi siswa. Jika terdapat nilai lebih dari lingkungan pesantren, hal itu dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di internal madrasah.

Menurut dia, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat karakter, disiplin, dan semangat berprestasi. Ia berharap puasa tidak identik dengan bermalas-malasan, melainkan menjadi kesempatan untuk lebih fokus belajar dan meningkatkan kualitas ibadah.

“Harapan kami, semangat belajar dan berprestasi anak-anak semakin meningkat. Ramadan bukan untuk tidur, tapi untuk bekerja, belajar, dan terus memperbaiki diri,” pungkasnya.


Topik

Pendidikan MTsN 2 Kota Malang pondok Ramadan tradisi pesantren



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy