JATIMTIMES - Buka bersama atau bukber selalu menjadi momen yang paling dinanti saat Ramadan. Undangan datang dari teman sekolah, rekan kerja, komunitas, hingga keluarga besar. Namun di balik tradisi yang kini terasa begitu akrab itu, ternyata ada sejarah panjang yang berakar langsung dari ajaran Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW.
Tradisi ini bukan sekadar ajang kumpul dan makan bersama. Lebih dari itu, buka bersama adalah warisan nilai solidaritas, kepedulian, dan keberkahan yang sudah dicontohkan Rasulullah sejak 14 abad lalu.
Baca Juga : Daftar Doa yang Dibaca usai Salat Witir Ramadan, dari Minta Ampunan hingga Keselamatan
Buka Bersama Sudah Ada Sejak Zaman Nabi
Dilansir dari laman Wikipedia, kebiasaan berbuka puasa bersama telah dikenal sejak masa Rasulullah. Nabi Muhammad SAW terbiasa berbuka bersama para sahabatnya dan menganjurkan umatnya untuk saling berbagi makanan.
Meski menu yang tersedia sangat sederhana hanya kurma dan air suasana kebersamaan menjadi inti dari momen tersebut. Rasulullah bahkan tidak ingin ada sahabat yang berbuka sendirian selama masih ada makanan yang bisa dibagikan.
Nilai inilah yang kemudian menjadi fondasi tradisi buka bersama hingga sekarang.
Sejarawan Islam Dr. Hamidulloh menjelaskan bahwa Rasulullah menjadikan waktu berbuka sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial. Hal itu diperkuat oleh hadis berikut:
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjadi landasan bahwa memberi makan orang yang berpuasa adalah amalan besar yang pahalanya berlipat ganda.
Makna Buka Bersama: Lebih dari Sekadar Makan
Secara makna, buka bersama bukan hanya aktivitas sosial. Ia adalah wujud empati. Saat seseorang berbagi hidangan untuk berbuka, ia sedang menanam pahala sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
Di berbagai belahan dunia, semangat ini terlihat nyata. Di pelataran Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, ribuan jemaah duduk berjejer menjelang Magrib. Makanan dibagikan secara gratis oleh para dermawan. Tidak ada perbedaan status sosial. Semua duduk sejajar, menikmati hidangan dalam suasana penuh syukur.
Pemandangan ini menjadi simbol kuat bahwa Ramadan adalah bulan kebersamaan dan persatuan.
Ragam Menu Buka Puasa di Berbagai Negara
Tradisi buka bersama juga berkembang mengikuti budaya setempat. Di Indonesia, hidangan seperti kolak, es buah, gorengan, hingga kurma hampir selalu hadir. Di Timur Tengah, menu seperti nasi biryani, kebab, sup hangat, dan baklava menjadi sajian favorit.
Baca Juga : Jadwal MotoGP 2026 Lengkap Ada 22 Seri, Mandalika Digelar Oktober
Keragaman ini menunjukkan bahwa meskipun berbeda budaya dan cita rasa, nilai yang dibawa tetap sama: berbagi kebahagiaan saat berbuka.
Tak heran jika kini buka bersama menjadi agenda rutin di sekolah, kantor, organisasi, hingga lingkungan perumahan. Ramadan menjadi momen memperbaiki hubungan, menyambung silaturahmi, bahkan menyelesaikan kesalahpahaman.
Diakui Dunia sebagai Warisan Budaya
Menariknya, tradisi berbagi makanan saat Ramadan atau iftar telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Pengakuan ini menegaskan bahwa buka bersama bukan hanya tradisi keagamaan, tetapi juga praktik budaya yang memiliki nilai kemanusiaan universal.
Banyak pemerintah, lembaga sosial, hingga komunitas rutin menggelar program berbagi takjil dan buka puasa gratis setiap tahun. Media massa dan media sosial pun ikut meramaikan semangat berbagi tersebut.
Di tengah maraknya undangan bukber yang kadang terasa formal, penting untuk kembali mengingat esensinya. Tradisi ini lahir dari semangat kesederhanaan dan kepedulian yang dicontohkan Rasulullah.
Buka bersama bukan soal menu mewah atau tempat bergengsi. Ia tentang kebersamaan, tentang memastikan tidak ada yang berbuka sendirian, dan tentang berbagi rezeki dengan tulus.
Dari kurma dan air di rumah Nabi hingga jamuan besar di berbagai penjuru dunia, pesan yang diwariskan tetap sama: Ramadan adalah bulan berbagi, dan buka bersama adalah salah satu cara paling indah untuk menjaganya.
