JATIMTIMES - Pencairan bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 tahun 2026 mulai bergulir di sejumlah daerah. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan sudah menerima saldo Rp 600.000 yang masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Informasi ini disampaikan kanal YouTube Cek Bansos pada Selasa (10/2/2026) pagi. Dalam tayangannya, disebutkan bahwa pencairan kini menyusul untuk penerima melalui Bank Mandiri.
Baca Juga : Tasyakuran HPN 2026 Bersama Wartawan, Gubernur Jatim Perkuat Silaturahim dan Apresiasi Dedikasi Insan Pers
"Bagi kalian penerima bantuan BPNT selain dari Bank BSI, alhamdulillah di hari ini menyusul bansos dari Bank Mandiri," ungkapnya.
Dari laporan yang dihimpun, banyak KPM mulai mengecek saldo dan melakukan penarikan, baik melalui KKS lama maupun KKS baru.
"Tanpa berlama-lama, kita akan langsung saja tampilkan hasil pengecekan yang dilakukan oleh beberapa KPM yang melaporkan," ucap Cek Bansos.
Sejumlah KPM dari berbagai wilayah mengonfirmasi saldo BPNT tahap 1 sebesar Rp600.000 telah masuk.
Di antaranya KPM asal Serang, Banten dan Sumatera Utara yang menyatakan bantuan sudah cair melalui KKS masing-masing.
Pencairan juga dilaporkan terjadi di Madura, Jawa Timur serta Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan melalui KKS baru Bank Mandiri.
Dari Jawa Barat, KPM asal Garut menerima pencairan melalui KKS lama terbitan 2021. Sementara di Jawa Tengah dan Yogyakarta, pencairan dilakukan lewat KKS baru tahun 2025. Kabupaten Tulang Bawang dan sejumlah wilayah lain di Lampung juga terpantau sudah mencairkan saldo Rp600.000.
Pekanbaru (Riau) dan Kota Garut (Jawa Barat) juga dilaporkan menerima pencairan melalui KKS Mandiri tahun 2024. KPM BPNT murni asal Cilacap (Jawa Tengah) serta Kabupaten Kepulauan Meranti (Riau) turut menerima saldo bantuan yang sama.
Meski bansos tahap 4 tahun 2025 belum cair, sejumlah KPM mengaku bersyukur karena BPNT tahap 1 tahun ini sudah masuk.
"Kemudian disusul wilayah Lampung cukup lumayan banyak juga. Alhamdulillah sudah tercairkan di Bank Mandiri," lanjut Cek Bansos.
KPM asal Rokan Hilir, Riau juga menyampaikan bansos telah cair melalui KKS Mandiri tahun 2022.
Di Provinsi Sulawesi Selatan, pencairan Rp600.000 juga mulai diterima KPM. Selain itu, sejumlah kabupaten/kota lain yang disebut sudah mencairkan BPNT tahap 1 2026 melalui Bank Mandiri antara lain:
• Kabupaten Tapanuli Utara
• Kabupaten Pasaman
• Kabupaten Dharmasraya
• Kabupaten Sijunjung
• Kabupaten Pesisir Selatan
• Kabupaten Labuhan Batu (Sumatera Utara)
• Kabupaten Padang Lawas Utara
"Batubara, Serdang, Begadai, Samosir, Kabupaten Kumbang Hasundutan, Kabupaten Toba, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun," tambah Cek Bansos.
Baca Juga : Kiper Andalan Unggul FC Malang Azfar Burhan Tutup Usia Jelang Futsal Nation Cup 2026
Wilayah Sumatera disebut sudah bisa melakukan pengecekan KKS karena penyaluran mulai berjalan.
Di Sumatera Selatan, pencairan dilaporkan terjadi di Kabupaten Musirawas, Ogan Komering Ulu, dan Ogan Komering Ilir.
"Kemudian wilayah Jambi ada Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kemudian ke wilayah Riau Kepulauan Meranti, Kuantan Singgini, Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu," tutur Cek Bansos.
Wilayah lain yang disebut telah menerima pencairan antara lain Kabupaten Pelalawan, Jember, Sleman, Gunung Kidul, Kota Tegal, Brebes, Kendal, Jepara, Banyumas, Cilacap, Ciamis, Garut, hingga Bogor.
Di Kalimantan Tengah dan sekitarnya, pencairan dilaporkan terjadi di Kota Waringin Timur, Kabupaten Welangi, Sekadau, Landak, Bengkayang, dan Sintang.
Sementara di Banten, Kota Cilegon, Serang, serta Kabupaten Pandeglang disebut sudah menerima pencairan BPNT tahap 1 2026.
Untuk Jawa Timur, wilayah yang dilaporkan cair antara lain Madiun, Kediri, dan Sumenep. Sedangkan di Sulawesi, pencairan disebut terjadi di Morowali, Toli-toli, serta Banggai, Sulawesi Utara.
Dengan mulai tersalurkannya BPNT tahap 1 2026 di puluhan kabupaten/kota tersebut, KPM diimbau untuk segera melakukan pengecekan saldo melalui KKS masing-masing.
Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui perbankan penyalur. Jika saldo belum masuk, KPM diminta menunggu proses distribusi berikutnya sesuai jadwal dari bank dan pendamping sosial setempat. Semog informasi ini membantu ya.
