JATIMTIMES - Aktivasi lahan tidur kembali dilakukan Pemkot bersama Polres Batu untuk mendukung ketahanan pangan. Salah satunya melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Kampus III, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Senin (24/2/2025).
Total lahan di UIN Tlekung untuk program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto itu 20 hektare (ha). Ada sekitar 11 jenis tanaman yang ditanam di lahan kosong untuk menyuplai kegiatan pangan.
Baca Juga : SPPG Fatayat NU Layani 1.500 Porsi Makanan Bergizi untuk Pelajar di Jombang
"Untuk mengaktifkan kembali lahan tidur yang ada di Kota Batu. Salah satunya di RTH UIN Tlekung yang akan ditanami tanaman holtikutura," kata Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata.
Andi merinci, ada beberapa tanaman yang telah ditanam di RTH UIN. Di antaranya cabai rawit seluas 500 meter persegi, tomat seluas satu hektare, terong ungu dan terong hijau seluas 3.000 meter persegi. Kemudian kacang tanah seluas 1,5 hektare, ubi cilembu seluas 3.000 meter persegi dan labu madu seluas 1,5 hektare.
Selain itu, cabai besar, kacang panjang, brokoli, pisang, singkong juga ditanam di lahan tersebut. Dengan rata-rata masa panen sekitar 2-3 bulan. Dari total itu, sudah dalam masa pemupukan adapula yang sudah masa panen.
"Sebagai contoh brokoli yang panen pada bulan Januari lalu harganya hanya mencapai Rp 10 ribu per kilogram," jelas dia.
Andi menyebut, sebelumnya pemanfaatan lahan tidur sudah dimulai sejak bulan Desember lalu dengan menanam jagung seluas 10 hektare di Desa Oro-Oro Ombo dan sudah memasuki masa panen. Kedepan, pihak Polres dan Pemkot juga berencana menambah tanaman alpukat dan nangka.
Andi menyebut rata-rata produktivitas per komoditas dapat menyuplai sekitar 500 kilogram. Oleh karena itu, ia berharap keberadaan hasil panen itu akan membantu ketersediaan bahan baku.
Baca Juga : HUT Damkar ke-106, Wabup Lathifah Shohib Apresiasi Kerja Keras Damkar Kabupaten MalangĀ
"Termasuk dapat mengendalikan harga pangan yang ada di pasar. Terlebih ketika memasuki high season permintaan pangan juga turut meningkat," tegasnya.
Selain ditujukan untuk penyuplai bahan pangan di sekitar wilayah Desa Tlekung, selanjutnya juga digunakan untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) pemerintah pusat.
"Komoditas tersebut akan membantu suplai Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," imbuh Andi.
