Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Politik

Giliran Video Bupati Boyolali Viral Sebut Prabowo dengan Nama Hewan, Warganet: Tangkap dan Copot Jabatannya

Penulis : Dede Nana - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

05 - Nov - 2018, 23:36

Placeholder
Bupati Boyolali Seno Samodro (Ist)

MALANGTIMES - Selang satu hari dari demo ribuan masyarakat Boyolali terhadap Prabowo Subianto yang dinilai merendahkan harkat martabat mereka, kini giliran warganet yang menghujani bupati Boyolali atas ucapannya saat demo Minggu (04/11/2018).l itu.

Bupati Boyolali Seno Samodro dalam orasinya menyampaikan kata-kata yang dinilai warganet tidak etis kepada Prabowo. Yakni dengan sebutan Prabowo ***. Ucapan tersebut menjadi viral saat video Seno yang pernah menjadi jurnalis ini tersebar di media sosial. 

Baca Juga : Mengharukan, Anies Baswedan Kirimkan 'Surat Cinta' pada Tenaga Kesehatan

Beragam komentar pun membanjiri video politikusi PDI Perjuangan tersebut. Sebagian besar warganet menyayangkan ucapan nama hewan yang disematkan di belakang nama Prabowo tersebut. 

Akun yang dimiliki H Surya Lubis secara keras berkomentar  bahwa ucapan bupati Boyolali tersebut telah memprovokasi rakyat. "Tangkap dan copot jabatan Bupati Boyolali, telah memprovokasi rakyat," tulisnya sambil meneruskan komentarnya kepada akun DivHumas Polri, Bareskrim, CCIC Polri,  Kemkominfo dan Kemensetneg RI. 

Beberapa akun lain pun menyampaikan, perkataan bupati Boyolali tersebut bisa membuatnya menjadi tersangka. Seperti yang dialami Ahmad Dani yang hanya menyebut kata idiot. "Ahmad Dani menyebut kata Idiot tanpa sebut nama yang ditujukan. Dilaporkan ke polisi,  tersangka. Bupati Boyolali menyebut asu dengan menyebut nama @prabowo kira2 dilaporkan ke polisi jd tersangka gak yaa?" tulis @Maulana. 

Beberapa warganet lain pun mengungkit persoalan hukum yang menimpa Seno yang pernah diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 35 miliar dan pernah ditulis oleh media Sindo News.  "Cepat atau lambat Bupati Boyolali kemungkinan diciduk @KPK_RI, " tulis akun Oyans Kasmi. 

Berbagai komentar tersebut membuat tema bupati Boyolali menjadi trending topic di medsos Twitter. Bahkan di dunia nyata ucapan Seno tersebut telah membakar tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.  Dikutip dari tempo.co, juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto -Sandiaga Uno, Ferry Juliantono, mengklaim memiliki bukti-bukti dugaan pelanggaran dalam aksi Save Tampang Boyolali. 
Salah satu bukti itu ialah rekaman video pidato Bupati Boyolali Seno Samodro yang memaki Prabowo. Juga spanduk tulisan yang menurut tim pemenangan juga berisi ujaran kebencian. 

Baca Juga : Blunder Jubir Jokowi Terkait Mudik, Warganet: Jangan Tambah Beban Presiden

"Selain itu kami menemukan dua dugaan pelanggaran lainnya. Dugaan pertama ialah mobilisasi aparatur sipil negara (ASN) dalam aksi dan digunakannya kawasan hari bebas kendaraan bermotor atau kawasan car free day (CFD)," ujar Ferry. 

Dari video yang beredar di medsos, Seno melontarkan umpatan itu sebagai simpulan atas aksi masyarakat Boyolali. Seno tidak terlalu jelas kelihatan berada di atas panggung dalam video tersebut. Tapi ucapannya sangat jelas terdengar di dalam video. 
"Ekspresi dari masing-masing penjuru Boyolali dalam forum Boyolali bermartabat ini menyampaikan ekspresinya, nek tak simpulke sak kalimat kira-kira ya pada karepe Prabowo ***," kata Seno. 
Jika diterjemahkan, "kalau saya simpulkan satu kalimat kira-kira sama maksudnya, Prabowo (kata binatang). Seperti juga yang dituliskan oleh akun Agus Susanto II. "Yang kalau saya simpulkan dalam satu kalimat yang kalian semua maksudkan adalah Prabowo *** (A****g), gitu ya, " kata Seno Samodro.  (*)


Topik

Politik Video-Bupati-Boyolali-Viral Seno-Samodro Prabowo-Subianto



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Dede Nana

Editor

Sri Kurnia Mahiruni