MALANGTIMES - Tidak seperti biasanya, salah satu perusahaan penyedia jasa transportasi umum terbesar di Malang yakni PO Bagong Transport tiba-tiba membuat pemberitahuan akan menjual armada busnya.
Pemberitahuan itu terpampang pada pesan tulisan yang terpajang di kaca depan bus, Sabtu (27/10/2018).
Baca Juga : Trump Ancam WHO, Tedros: Stop Politisasi Pandemi Covid-19
“Dijual Bus AC, Non AC,” begitulah bunyi pemberitahuan yang terpampang pada banner berukuran sekitar 1,5 x 0,5 meter.
Pemberitahuan yang ditulis menggunakan huruf kapital itu jelas menunjukkan bahwa PO Bagong serius menjual armada bus miliknya.
Informasi ini diperoleh MalangTIMES saat membaca pengumuman pada bus yang terparkir di halaman garasi PO Bagong ini.
Berawal dari tulisan itulah kami tertarik menelusuri kebenarannya. “Benar mas, bus itu (yang terparkir di halaman dan bertuliskan dijual) memang akan kami jual,” terang salah satu karyawan bagian administrasi PO Bagong.
Perempuan yang namanya enggan disebutkan ini, mengaku jika tempatnya bekerja memang sering menjual bus.
Karena kurang sesuai faktor kelayakan untuk penumpang dan transportasi umum, membuat PO Bagong menjual beberapa armada miliknya.
“Saya kurang tahu detailnya, sebaiknya ditanyakan kepada pimpinan kami,” terangnya kepada wartawan.
Dari pendalaman MalangTIMES, belakangan diketahui bus yang terpajang di depan garasi PO Bagong itu, sebenarnya tidak pernah digunakan untuk mengangkut penumpang. Melainkan digunakan untuk transportasi akomodasi karyawan perusahaan tersebut.
“Sebenarnya bus itu (yang dipajang) tidak pernah digunakan untuk mengangkut penumpang umum, selama ini bus tersebut hanya untuk keperluan karyawan,” terang salah satu karyawan PO Bagong Transport yang enggan namanya disebutkan.
Baca Juga : Pasien Positif Tambah 3, Laman Pemkab Malang Masih Cantumkan 7 Kasus
Dia menambahkan, selama ini PO Bagong memang tidak hanya bergerak di bidang jasa transportasi umum saja. Perusahaan ini juga membuat bus untuk dijual ke pasaran. Mulai dari bus umum hingga pariwisata diproduksi di perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen tersebut.
Harganya juga bervariasi. Pada armada pariwisata misalnya, dibandrol dengan harga sekitar Rp 750 juta. Ada sekitar 30 bus pariwisata yang siap dijual.
Sedangkan bus bekas yang biasa digunakan untuk mengangkut karyawan dibandrol dengan harga berkisar antara Rp 50 sampai Rp 100 juta.
“Semua bus yang kami jual dalam kondisi layak pakai, termasuk lulus pengujian kendaraan bermotor (uji KIR). Untuk yang dipajang itu, harganya Rp 100 juta,” tuturnya.
Hanya saja, karyawan dan manajemen PO Bagong terkesan sedikit menutup-nutupi proses penjualan armada mereka. Alasannya, mereka khawatir pesan yang ditangkap masyarakat perusahaan jasa transportasi ini mengalami kebangkrutan.
Sementara itu, Budi Susilo selaku Oprasional PO Bagong Transport membenarkan temuan wartawan. Menurutnya, bus yang terpajang hanya untuk memberi tahu kepada masyarakat, jika pihaknya tidak hanya bergerak di bidang jasa transportasi umum. Melainkan juga menjual beberapa armada bus, baik AC maupun non AC, untuk keperluan pariwisata maupun umum.
“Sudah sekitar 2 minggu ini bus itu kami pajang di depan garasi, bagi yang minat membeli bisa menghubungi nomor yang tercantum di spanduk yang dipajang di kaca depan,” pungkasnya.
