Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Aksi Simpatik Bahasa Indonesia di Malang, Ajak Koreksi Nama Usaha 'Latah' Berbahasa Inggris

Penulis : Nurlayla Ratri - Editor : Lazuardi Firdaus

26 - Oct - 2018, 19:45

Placeholder
Para aktivis bahasa melakukan aksi simpatik berupa bagi-bagi bunga, orasi dan memberikan selebaran ajakan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di depan Balai Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peringatan Bulan Bahasa yang berlangsung sepanjang Oktober di Kota Malang diwarnai aksi sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka melakukan unjuk rasa dengan pawai sejauh 2 kilometer, bagi-bagi bunga, hingga menyampaikan koreksi nama-nama tempat usaha sesuai ejaan berbahasa yang benar. 

Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik

Aksi sendiri berlangsung hari ini (26/10/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. Sekitar 200 mahasiswa dengan mengenakan kaus dominan merah membagikan bunga mawar dan selebaran pada pengguna jalan. Mereka berpawai atau longmarch dari Jalan Bandung hingga depan Balai Kota Malang. Mereka juga mengusung poster-poster berisi ajakan untuk bangga menggunakan bahasa Indonesia. 

Juru bicara aksi, Rifqi Muhammad Rizky Aryada mengungkapkan bahwa pawai simpatik tersebut digelar dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa 2018. "Pada 28 Oktober lusa, akan diiperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Salah satu isinya adalah menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Aksi ini untuk menggugah kembali kesadaran masyarakat untuk berbahasa yang baik dan benar," terangnya.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Kajian Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia UMM itu juga melakukan survei sebelum turun ke jalan. Mereka melakukan pendataan pada nama-nama tempat usaha di Kota Malang yang perlu dikoreksi.

Misalnya di Jalan Surabaya, terdapat usaha bernama Nita Music Studio yang disarankan dikoreksi menjadi Studio Musik Nita. Juga Maestro Photo Copy & Penjilidan yang bisa dikoreksi menjadi Maestro Fotokopi dan Penjilidan. Serta, ratusan usaha lain di berbagai ruas jalan di Kota Malang.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

"Banyak nama-nama instansi hingga tempat usaha yang menggunakan bahasa asing seperti bahasa Inggris. Padahal, sudah ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia dan tidak mengubah arti. Kecenderungannya, pemilik usaha hanya latah atau kurang paham," urainya. Dalam aksi simpatik tersebut, para mahasiswa mengangkat tema Peningkatan Kepedulian dan Sikap Positif terhadap Bahasa Indonesia.

Rifqi mengungkapkan, mereka juga menyampaikan hasil survei tentang kondisi penggunaan Bahasa Indonesia di wilayah Malang Raya pada pimpinan daerah setempat. "Namun juga kami kembalikan lagi ke pemilik usaha, apakah mau mengubah atau tidak. Karena sebagian kan juga merujuk pada merek," tuturnya.

Para aktivis bahasa itu juga sempat menyoroti penggunaan bahasa Indonesia di tengah masyarakat. Baik dalam lingkungan pendidikan hingga keseharian. "Yang memprihatinkan, dari survei yang kami lakukan, banyak mahasiswa yang lebih memilih menggunakan bahasa asing dan bahasa pergaulan hingga bahasa prokem untuk percakapan," pungkasnya.


Topik

Peristiwa berita-malang Aksi-Simpatik-Bahasa-Indonesia Universitas-Muhammadiyah-Malang diwarnai-aksi-sejumlah-mahasiswa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurlayla Ratri

Editor

Lazuardi Firdaus