MALANGTIMES - Aksi para pahlawan bertopeng ini patut diapresiasi dan tentunya kalau perlu direplikasi di jalanan Indonesia. Mereka bukan superhero seperti dalam film yang memiliki kekuatan super. Tapi para pahlawan bertopeng yang dengan kemampuan kebanyakan orang mampu memberikan perlindungan warga saat berada di jalanan.
Mereka nyata. Serta mampu membuat para pejalan kaki di Meksiko merasa memiliki pelindung dari ganasnya para pengendara yang tak lagi mengenal aturan di jalanan.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
The Mighty Peatonito atau Little Pedestrian adalah salah satu pahlawan bertopeng tersebut. Peatonito merupakan sosok yang wajahnya ditutupi topeng gulat dihiasi simbol marka pejalan kaki. Serta mengenakan jubah bergaris yang dijahit neneknya, dihiasi dengan garis-garis hitam dan putih dari simbol zebra cross.
Peatonito seperti dilansir dari News.com.au kerap mendorong mobil yang memblokir jalur pejalan kaki. Membuat jalur penyeberangan dengan cat semprot, dan memanjat kendaraan yang diparkir di trotoar. Meskipun sang pemilik telah memohon padanya untuk berhenti menginjak kendaraannya itu.
"Kita hidup dijajah mobil. Tidak ada yang memperjuangkan hak-hak pejalan kaki, sampai beberapa aktivis muncul beberapa tahun yang lalu," ucap Peatonito yang kerap beraksi di jalanan padat di Mexico City.
Peatonito yang bekerja di salah satu LSM tidak sendirian dalam aksinya. Di jalanan kota lainnya ada juga para pahlawan bertopeng badut. Mereka punya tugas yang sama, yakni menghadapi sisi liar, agresif, tak sabaran dan mementingkan ego pribadi para pengendara.
Tidak hanya di jalanan, para pahlawan bertopeng ini juga beraksi di kereta metro. Untuk memperingati pengguna transportasi agar tidak saling dorong dan sikut. Atau juga memberikan peringatan kepada para lelaki kuat dan sehat untuk memberikan kursinya kepada orang-orang tua dan lemah. Mereka kerap membuat gaduh dengan meniru suara monyet untuk menarik perhatian.
Untuk membuat jera dan malu para pelanggar, mereka juga beberapa kali memposting gambar pengendara di media sosial. Lantas, kekuatan apa yang dipergunakan para pahlawan bertopeng yang menjadi para pelindung warga di jalanan maupun transportasi umum.
"Humor adalah kekuatan dan senjata kita untuk menghadapi sebuah kota yang masyarakatnya merasa punya hak untuk ngawur di jalanan," ujar Peatonito yang nama aslinya adalah Jorge Canez.
Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat
Canez beserta pahlawan bertopeng lainnya juga menyadari. Tidak semudah membalik telapak tangan untuk merubah perilaku warga di jalanan maupun di kendaraan umum. "Sekarang kami sedang menanam benih. Generasi lainnya yang akan memetik manfaatnya," ujarnya yang juga melanjutkan akan terus melakukan aksinya.
"Sampai tidak ada lagi orang yang melanggar," imbuhnya.
Keberadaan para pahlawan bertopeng tersebut mendapat apresiasi masyarakat. Mereka menganggap peatonito dan para badut sebagai pahlawan sesungguhnya.
Rasanya jalanan di kota-kota besar di Indonesia pun patut memiliki para pahlawan bertopeng seperti di Meksiko. Walau tentunya telah cukup banyak juga warga Indonesia yang peduli dan terus berjuang untuk hak para pejalan kaki maupun transportasi umum. Walau mereka tidak bertopeng seperti para badut dan peatonito.
