Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

5 Tanda Kortisol pada Tubuh Rendah, Ini Bahayanya!

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Oct - 2024, 22:17

Placeholder
Potret seorang perempuan menguap, ilustrasi mengantuk setelah sarapan pagi, tanda kortisol rendah. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Kortisol adalah hormon penting yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan berperan besar dalam mengatur respons tubuh terhadap stres. Hormon ini membantu menjaga keseimbangan tubuh dalam menghadapi situasi menegangkan. 

Namun, kadar kortisol yang terlalu rendah dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Menurut dr. Prama Aditya, B.Med. Sc., MKes., Aifo, seorang dokter umum sekaligus konsultan gaya hidup sehat, ada beberapa tanda yang mungkin menunjukkan bahwa kadar kortisol dalam tubuh Anda rendah. Berikut ini tanda kortisol pada tubuhmu rendah, dikutip akun Instagram @drpramaaditya: 

1. Sulit Bangun Pagi
Tanda pertama yang paling jelas adalah kesulitan luar biasa untuk bangun di pagi hari. Bagi sebagian orang, aktivitas ini terasa seperti "mengumpulkan nyawa" sebelum benar-benar bangun. "Kalau nggak minum kopi atau nonton YouTube dulu, susah banget buat bangun," ujar dr. Prama. Hal ini bisa menjadi pertanda bahwa kadar kortisol Anda rendah, terutama di pagi hari ketika hormon ini seharusnya berada pada puncaknya untuk memulai hari. 

2. Ngantuk Setelah Makan Siang
Tanda lain dari rendahnya kadar kortisol adalah rasa kantuk yang datang tiba-tiba setelah makan siang, terutama jika Anda mengonsumsi makanan kaya karbohidrat. Meskipun wajar merasa lelah setelah makan besar, jika Anda merasa ngantuk berlebihan hingga sulit melanjutkan aktivitas, ini bisa menjadi sinyal bahwa hormon kortisol Anda tidak cukup mendukung metabolisme tubuh. 

3. Lelah di Sore Hari
Jika Anda selalu merasa lelah sekitar pukul 3 hingga 4 sore dan membutuhkan kopi untuk mengatasi kantuk, ini mungkin tanda bahwa kortisol Anda rendah. "Jika Anda selalu butuh kopi di jam-jam tersebut, bisa jadi kortisol Anda rendah sejak pagi hingga siang hari," jelas dr. Prama. Pada saat ini, kortisol seharusnya membantu tubuh tetap aktif dan waspada, tetapi jika kadarnya rendah, Anda akan merasakan kelelahan lebih cepat. 

4. Mudah Mengalami Alergi
Kortisol juga berperan dalam mengontrol peradangan di tubuh. Ketika kadarnya rendah, tubuh menjadi lebih rentan terhadap alergi. Anda mungkin sering merasa kulit gatal, ruam, atau mengalami reaksi alergi lainnya tanpa sebab yang jelas. Ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan kortisol untuk menekan reaksi imun yang berlebihan terhadap alergen. 

5. Pusing Saat Berdiri Tiba-tiba
Jika Anda sering merasa pusing atau seperti akan pingsan ketika bangun dari posisi jongkok atau duduk, ini bisa menjadi tanda kadar kortisol yang rendah. Menurut dr. Prama, "Ketika dari duduk tiba-tiba berdiri dan merasa keliyengan, ini bisa jadi kortisol Anda sedang rendah." Kortisol membantu mengatur tekanan darah, dan ketika kadarnya rendah, tubuh mengalami kesulitan menjaga tekanan darah tetap stabil saat perubahan posisi mendadak. 

Mengapa Kortisol Rendah Perlu Diwaspadai? 
Kortisol memainkan peran penting dalam tubuh kita, mulai dari mengendalikan respons stres hingga mengatur metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Jika kadar kortisol terlalu rendah, kondisi ini disebut hipokortisolisme atau insufisiensi adrenal. Terdapat dua jenis insufisiensi adrenal: primer dan sekunder. 

- Insufisiensi adrenal primer terjadi ketika kelenjar adrenal rusak, misalnya akibat reaksi autoimun yang dikenal sebagai penyakit Addison. Kondisi ini membatasi kemampuan tubuh untuk memproduksi kortisol.
- Insufisiensi adrenal sekunder terjadi ketika kelenjar pituitari, yang bertugas memicu produksi kortisol, tidak bekerja dengan baik. 

Kadar kortisol yang rendah bisa berdampak buruk pada tubuh, mulai dari menurunnya daya tahan tubuh hingga gangguan metabolisme yang dapat mengganggu keseharian. 

Baca Juga : Pelajar Tersesat Dua Hari di Gunung Slamet, Apa yang Harus Dilakukan Saat Tersesat di Gunung?

dr. Prama menekankan bahwa banyak pasien yang mengeluhkan gejala kortisol rendah tetapi tidak menyadarinya. "Sering kali yang dibahas di media sosial seperti TikTok atau Instagram adalah bagaimana menurunkan kortisol karena banyak orang berpikir bahwa kortisol mereka tinggi. Tapi, ketika dicek, banyak yang justru punya kadar kortisol rendah," ungkapnya. 

Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar kortisol secara pasti sebelum mengambil tindakan atau pengobatan. 

Mengelola Kadar Kortisol dengan Baik

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. 

Baca Juga : Mengenal KH Asmuni, Pendiri Ponpes Al-Ihsan yang Meninggal Saat Tausiyah 

Setelah mengetahui kadar kortisol Anda, dokter mungkin akan memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Dalam beberapa kasus, terapi hormon atau perubahan gaya hidup, seperti pola makan dan manajemen stres, dapat membantu mengembalikan keseimbangan kortisol dalam tubuh. Semoga informasi ini bermanfaat! 
 


Topik

Kesehatan Kortisol tips sehat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni