JATIMTIMES - Malik Risaldi menjalani pertandingan pertamanya di Timnas Indonesia sebagai starter ketika menghadapi Bahrain pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Praktis, laga yang berlangsung di Bahrain National Stadium, Riffa, Kamis (10/10/2024), kickoff pukul 19.00 waktu setempat atau pukul 23.00 WIB itu menjadi debut bersejarah bagi Malik Risaldi.
Terlebih, dalam laga itu Indonesia mampu membawa pulang poin dari Bahrain. Pemain Persebaya Surabaya itu ikut membantu Indonesia membawa pulang satu poin setelah pertandingan berakhir 2-2.
Baca Juga : Kontroversi Wasit di Laga Indonesia vs Bahrain, PSSI Siapkan Surat Protes
Perjuangan Malik Risaldi pada debut sebagai starter di Timnas Indonesia harus dilalui dengan berdarah-darah. Itu bukan ungkapan kiasan belaka, melainkan bermakna denotatif.
Ya, darah mengucur dari wajah hingga leher pemain asal Surabaya itu ketika laga belum genap berjalan satu menit. Malik harus mengalami cedera di bagian kepala saat pertandingan baru bergulir 53 detik.
Darah tersebut keluar dari luka yang berpusat di pelipis kirinya, setelah dia berbenturan dengan pemain Bahrain Waleed Al Hayam. Baik Malik maupun Waleed Al Hayam sama-sama sempat terkapar usai terjadi benturan.
Wasit Ahmed Abu Bakar Said Al Kaf langsung menghentikan laga. Tim medis dari kedua kesebelasan langsung masuk ke lapangan untuk melakukan penanganan bagi kedua pemain.
Waleed Al Hayam harus dibungkus perban yang melingkari kepalanya. Sedangkan Malik Risaldi juga mendapatkan perban di bagian pelipisnya. Setelah sempat keluar lapangan, baik Al Hayam maupun Malik Risaldi lalu masuk kembali bersamaan ke lapangan.
Malik Risaldi terus berjuang bersama rekan satu timnya. Sekitar menit ke-20, darah keluar lagi dari pelipis Malik Risaldi. Alhasil, kepala dari top scorer lokal Liga 1 2023/2024 ini terpaksa full diperban melingkar.
Kondisi tersebut tak membuat perjuangan Malik Risaldi terhenti. Dia juga masih terus bermain ketika pertandingan memasuki paruh kedua. Malik baru berhenti bermain ketika coach Shin Thae-yong menariknya keluar pada menit ke-58, digantikan Marselino Ferdinan.
Baca Juga : Deretan Keputusan Kontroversial Wasit Ahmed Al-Kaf di Laga Indonesia vs Bahrain
Selain cerita berdarah-darah Malik Risaldi, yang menarik dalam laga kali ini adalah pilihan nomor punggungnya. Dia mantap memakai nomor 10 ketika membela Indonesia melawan Bahrain.
Dalam dunia sepak bola, nomor tersebut adalah keramat. Pemain legendaris Indonesia pernah mengenakan nomor punggung itu. Termasuk mantan striker tajam Kurniawan Dwi Yulianto.
Praktis, Malik Risaldi tergolong berani mengambil keputusan memakai nomor keramat. Terbukti dia pun seperti bermain tanpa beban dalam laga menghadapi Bahrain.
Malik Risaldi juga menjadi satu-satunya pemain Liga 1 yang tampil sebagai starter di laga itu. Selain Malik, Persebaya juga menempatkan wakil lain, yakni Ernando Ari yang bertindak sebagai kiper cadangan pada laga tersebut.
