Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Festival Sastra Kota Malang 2024 Resmi Dibuka, Suguhkan Perpaduan Sastra dan Kuliner

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

27 - Sep - 2024, 07:52

Placeholder
Setumpeng Orasi oleh Prof Djoko Saryono saat pembukan festival sastra kota Malang 2024. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Festival Sastra Kota Malang 2024 resmi dibuka pada Kamis, 26 September 2024, di Critasena, Malang. Acara ini memadukan seni sastra dan kuliner dengan berbagai penampilan seni yang meriah, serta menghadirkan tokoh-tokoh sastra dan pejabat pemerintahan setempat. 

Pembukaan festival diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan penampilan tari tradisional Tempe Sanan. Tarian ini terinspirasi dari kuliner khas Malang, tempe, dan merupakan hasil karya Dra. E. Wara Suprihatin, dosen Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang (UM). 

Tari Tempe Sanan ini mengangkat tempe sebagai salah satu identitas kuliner daerah kita. Saya membutuhkan waktu dua minggu untuk menyelesaikan koreografinya,” ujar Nyai Roro, koreografer tari tersebut. 

Acara dilanjutkan dengan orasi oleh Prof. Dr. Djoko Saryono yang menyoroti hubungan erat antara sastra dan gastronomi. "Budaya modern sering memisahkan estetika gastronomi dan sastra. Padahal, roti dan puisi seharusnya bisa saling melengkapi," kata Prof. Djoko. Ia menekankan pentingnya Festival Sastra sebagai wadah untuk menyatukan dua elemen budaya ini. 

Rendra Fatrisna Kurniawan, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, turut mengapresiasi acara ini. "Saya berharap Festival Sastra ini dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih mencintai sastra dan budaya lokal," ucapnya, disambut tepuk tangan meriah peserta yang hadir. Ia juga menyampaikan pantun yang menambah semarak acara. 

Ketua Komunitas Pelangi Sastra Malang, Denny Mizhar, turut memberikan sambutan. Ia mengingatkan bahwa meski era digital semakin maju, semangat menjaga sastra harus tetap ada. "Sastra adalah jembatan untuk memahami lebih dalam tentang kehidupan," kata Denny. 

Ia juga menjelaskan sejarah Festival Sastra Kota Malang yang dimulai sejak 2018 dengan nama Pekan Sastra Kota Malang. Pada tahun 2020, acara ini digelar secara virtual karena pandemi, namun mulai 2023 kembali hadir secara langsung dengan format baru yang lebih fleksibel. 

Denny berharap Festival Sastra Kota Malang dapat diadakan secara rutin setiap tahun atau dua tahun sekali. "Kami ingin festival ini berisi kegiatan seperti diskusi buku, wacana sastra, panggung sastra, dan peluncuran buku. Acara ini harus menjadi ajang perayaan karya sastra di Malang," tambahnya. 

Dewi R. Maulidah, Manajer Festival Sastra Kota Malang, menjelaskan tema tahun ini, Jelajah Cita Rasa. "Kami memilih tema ini untuk menonjolkan hubungan erat antara sastra dan kuliner, dua hal yang mampu menggugah rasa dan pemikiran," jelas Dewi. 

Tema ini juga diharapkan dapat mempertemukan penulis, pembaca, dan pengamat sastra untuk saling berbagi pengetahuan. Dewi menambahkan, Jelajah Cita Rasa juga mencakup budaya kuliner yang memiliki nilai sejarah dan makna, baik di ranah lokal maupun nasional. “Kami ingin mengaitkan gastronomi sastra dengan wisata kuliner, baik yang bersejarah maupun yang memiliki nilai tersendiri dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. 

Setelah berbagai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol pembukaan resmi Festival Sastra Kota Malang 2024. Denny Mizhar memotong tumpeng pertama yang diserahkan kepada Radityo Gulit Ardho, perwakilan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Dewi R. Maulidah juga memotong tumpeng kedua dan memantik semangat peserta dengan seruan, "Semangat bersastra bersama!" 

Acara semakin meriah dengan penampilan pembacaan karya sastra. Kayla, siswi SMAN 10 Malang, membacakan puisi Kacang Hijau karya Hanna Franciska dengan penuh penghayatan. Penampilannya disusul oleh Raza dari MA Ibadurrahman yang membacakan puisinya sendiri berjudul Bubur Manis Harapan. 

Sesi Kenduri Puisi menampilkan Farhan dari LPM Siar UM yang membacakan puisi Bingkai Ruang Makan karya Wahyu Prasetya. Penampilannya menjadi penutup yang manis sebelum MC menutup acara dengan pantun, menambah kesan mendalam dari rangkaian pembukaan Festival Sastra Kota Malang 2024. 

Festival ini menjadi simbol pertemuan antara sastra dan kuliner, sebagai dua unsur budaya yang saling melengkapi dan membuka ruang baru untuk penikmatan seni di Kota Malang.


Topik

Peristiwa festival sastra kota malang seni sastra dan kuliner djoko saryono



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana