JATIMTIMES - Kopi merupakan minuman favorit masyarakat Indonesia untuk menghindari rasa kantuk dan lebih semangat menjalani aktivitas. Selain itu, kopi juga disebut bisa memberikan manfaat bagi kesehatan.
Kafein yang ada di dalam kopi bisa mempercepat sistem saraf pusat dan meningkatkan kewaspadaan mental, menghilangkan rasa lelah, dan meningkatkan konsentrasi.
Baca Juga : Puguh Pamungkas dan Ali Muthohirin Serap Aspirasi Warga Kota Malang Lewat Sarapan Soto Gratis
Namun selain itu, kopi juga dipercaya bisa menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Benarkah begitu? Berikut faktanya.
Pendapat Dokter
Mengenai kepercayaan tersebut, praktisi kesehatan, dr. Hendri Andreas, Sp BP-RE mengungkap bahwa kopi tidak bisa memperbaiki diabetes.
"Minum kopi bisa memperbaiki fungsi pankreas, bisa menormalkan orang yang diabetes? Menurut saya kopi nggak bisa memperbaiki,” kata dr. Hendri dikutip dari akun Instagram @drhendriandreas, Sabtu (21/9/2024).
Jika seseorang telah didiagnosis menderita diabetes, mereka harus mengikuti rekomendasi perawatan yang diberikan oleh dokter. Termasuk pengaturan pola makan, pengelolaan berat badan, pengukuran kadar glukosa darah, dan mungkin penggunaan obat-obatan.
“Minum kopi tapi aktivitas terus yang terlalu panjang, lifestylenya tinggi radang, makan yang manis-manis, tidurnya cuman 3 atau 4 jam, ya sama aja rusak juga badannya,” katanya.
Sebagian orang yang mengonsumsi kopi memang merasakan efek seperti lebih rileks dan lebih ringan menjalani hari. Jika ditambah dengan gaya hidup yang lebih sehat, pola istirahat yang baik, serta mengurangi makanan tinggi karbohidrat, maka kondisi diabetes dan pankreas bisa membaik.
Baca Juga : Gelar Konferensi Pers, Vadel Badjideh Pamerkan Hasil USG Lolly
Namun hal tersebut menurut dr. Hendri tidak serta merta terjadi akibat kopi saja. Akan tetapi ada perubahan gaya hidup dan asupan makanan yang dikonsumsi setiap harinya.
“Jadi tidak ada fungsi apa-apa. Kecuali kalau dengan kopi tubuh bisa lebih rileks, lebih santai, tidurnya enak, relaksasinya enak, yang kita makan juga rendah karbohidrat, berubah semua ya berubah,” ujarnya.
“Bukan gara-gara kopinya. Tapi gara-gara makannya, lifestylenya yang dijaga bukan karena kopi,” sambungnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa kopi saja tidak bisa mengobati diabetes dan pankreas. Terlebih jika tidak diiringi dengan gaya hidup serta mengatur konsumsi gula dan karbohidrat hariannya.
"Jadi kopi menurut saya tidak bisa memperbaiki keadaan diabetes. Tidak bisa memperbaiki pankreas, tidak bisa memperbaiki metabolisme,” tutup dr. Hendri.
