JATIMTIMES - Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, baru-baru ini meraih penghargaan nasional sebagai “Desa Mandiri 2023-2024” Anugerah Patriot Jawi Wetan II. Prestasi ini merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras seluruh masyarakat desa serta dukungan dari tiga pilar desa.
Tiga pilar utama yang berperan dalam pencapaian ini adalah Kepala Desa, Babinsa, dan Babinkamtibmas. Ketiganya memainkan peran penting dalam mendampingi dan membimbing masyarakat, serta terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk meningkatkan efektivitas kerja.
Baca Juga : Digdaya di Danau Toba, Perenang Perairan Terbuka Jatim Kawinkan 2 Emas Terakhir
Desa Jarakan juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seperti memberikan penghargaan kepada anak berprestasi, menyediakan bantuan untuk ibu menyusui, dan mendistribusikan bantuan sosial seperti kasur, pembangunan MCK, serta bantuan untuk warga yang meninggal dunia atau sakit.
“Penghargaan ini bukan kebetulan. Kami telah menerapkan strategi khusus untuk menyatukan tekad dan semangat seluruh komponen masyarakat,” ujar Suad Bagiyo saat diwawancarai media di Balai Desa Jarakan, Rabu (11/09/2024).
Suad Bagiyo, yang akrab disapa SBY dan memiliki latar belakang sebagai jurnalis, kini memimpin terobosan dalam pembangunan Desa Jarakan. “Kami memperkuat jiwa pengabdian dan pola kerja kami. Dengan tetap kompak di tengah masyarakat, baik dalam suka maupun duka, kami membangun kepercayaan dan memudahkan kami untuk mengajak masyarakat bergerak secara dinamis menuju kemajuan,” jelasnya.
Program sosial mingguan, seperti Jumat Berkah untuk lansia dan pemberian makanan tambahan untuk anak-anak kurang gizi dan stunting, juga merupakan bagian dari aktivitas desa. Selain itu, desa menjalankan program pemerintah pusat, termasuk pembagian BLT dan pendirian lembaga pemanfaatan Bank Sampah untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Aktivitas sehari-hari desa melibatkan komunikasi dan koordinasi intensif antara ketiga pilar. Mereka juga mengedukasi masyarakat tentang isu-isu seperti berita hoax, judi online, tawuran, serta pemantauan irigasi persawahan. Pengawasan secara berkala terhadap swakelola desa, mulai dari RKPPes, APBDes, hingga pelaksanaan swakelola, dilakukan secara bersama-sama.
Baca Juga : Gladies Larieta Raih Medali Emas ke-4, Tangisnya Pecah di Pelukan Ibunda
“Mengabdi bukan untuk mencari rezeki. Rezeki sudah ditentukan Tuhan. Berbuat baik adalah kunci pengabdian yang tidak perlu diperdebatkan,” ujar Suad Bagiyo, menjelaskan filosofi di balik keberhasilan Desa Jarakan.
Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Desa Jarakan berhasil menjadi contoh desa mandiri untuk tahun 2023-2024.
“Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
