148 Pelajar Berburu Tiket Menggambar Mobil Masa Depan ke Jepang

Sejumlah 148 pelajar di area Malang Raya bersaing ketat di Museum Angkut.

Mereka harus berlomba menggambar mobil masa depan dengan kreatif dalam Toyota Dream Car Art Fest, Sabtu (6/10/2018).

Tema yang diusung dalam lomba menggambar ini adalah mobil masa depan.

Para peserta itu bebas menggambar asalkan harus sesuai dengan tema yang diusung dalam even yang digelar Museum Angkut bersama Toyota Astra Motor ini.

Mereka pun menggambar dengan imajinasi mereka mulai dari mobil yang berfungsi untuk tempat ibadah, mobil monster, dan beragam kreasi terbaik mereka.

Untuk menggambar ini pewarnaan yang harus mereka gunakan pun bebas. Ada yang mewarna dengan pensi warna, pantel, ada juga yang menggunakan pilok.

Tentunya mereka sangat bersemangat sekali untuk menjadi yang terbaik. Bagaimana tidak, sebab mereka berbondong-bondong untuk menjadi terbaik agar bisa berkompetisi di tingkat nasional, dan international di Jepang pada tahun 2018 mendatang.

“Mereka yang juara nanti akan berlomba lagi di tingkat nasional. Kemudian baru bisa ikut di tingkat International. Dan kita juga melombakan menggambar ini di delapan kota di Indonesia salah satunya adalah Malang Raya di Museum Angkut,” ujar Head of CSR Toyota Astra Motor Ogi Philardi.

Ia menjelaskan bahwa lomba gambar ini sudah berjalan selama 10 tahun silam. Tentunya untuk memberikan wadah bagi mereka yang suka seni.

“Kami ingin memberikan ruang kepada mereka untuk menyalurkan bakatnya tetapi yang membedakan di sini adalah penguatan idenya,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Lomba ini digelar sebagai sarana pengembangan ide menggambar bagi pelajar. Melihat hal terpenting dalam menuangkan kreativitas dalam menggambar adalah ide. 

“Sehingga kami tidak hanya menggelar lomba tapi juga workshop menggali ide, menggali pola pikir bahwa mobil enggak harus transport untuk orang-orang tetapi juga bisa dikembangkan untuk lainnya,” ujar Ogi.

Sebelum lomba menggambar para peserta itu dibekali terlebih dahulu tentang menggali ide dan pola pikir. Tidak hanya menggali ide saja, tetapi juga dari ide itu dicari sebuah solusi agar menjadi gambar yang bermakna.

Menrutnya event ini menggandenga Museum Angkut karena memiliki 3 konsep yakni rekreasi, edukasi, dan movie star. Dengan demikian memiliki kecocokan dengan acara tersebut. 

“Jadi anak-anak bisa berimajinasi dari mobil-mobil yang ada di Museum Angkut. Dan yang jelas mereka akan mendapatkan edukasi,” jelasnya.

 

 

Top