MALANGTIMES - Jembatan penghubung dua desa, yaitu Desa Kademangan dan Desa Wenekerto, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, hingga kini tetap digunakan walau terlihat banyak besi berkarat. Jembatan di atas Sungai Lesti itu, kini sudah menggunakan kayu dan bambu sebagai penyangga.
Supi'i, salah satu warga Dusun Krajan Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang mengatakan bahwa jembatan ini sudah dibangun sejak 1997. "Sudah lama dibangun, tetapi karena selalu terkena banjir, yah jadi keropos seperti ini," jelasnya kepada MALANGTIMES,(Times Indonesia Network) Selasa (18/8/2015).
Selain itu, Supi'i juga mengatakan bahwa hampir setiap tahun ketika musim penghujan, warga sekitar selalu gotong royong membersihkan sisa banjir dan membenahi jembatan. "Tetapi yah gitu, selalu rusak lagi. Akhirnya cuma diberi bambu sebagai penyangga," katanya.
Banyak warga yang melintasi jembatan tersebut. Namun hanya pejalan kaki dan pengendara sepeda motor yang bisa melewatinya. "Saya sudah sering melewati jembatan ini. Kalau memutar, terlalu jauh," ujar Pariyono, salah satu warga yang melintas jembatan tersebut.
Pariyono mengaku sangat menginginkan adanya perbaikan jembatan agar akses antar desa lebih mudah. Hal yang sama juga disampaikan oleh Moelyani, Kepada Desa Kademangan. Menurutnya, rusaknya jembatan itu sudah di sampaikan kepada pihak Bina Marga, Kabupaten Malang.
"Saya sudah pernah menyinggung soal jembatan itu. Namun sampai saat ini, belum ada tindakan lebh lanjut," kata perempuan berjilbab itu.
Meskipun telah rusak dan dimakan usia, jembatan ini tetap dibutuhkan dan digunakan oleh masyarakat setempat. "Warga Desa Kademangan sangat butuh jembatan ini, karena menjadi akses untuk pergi ke pasar, ke sawah dan kegiatan yang lainnya di dua desa itu," katanya. (*)
