MALANGTIMES - Kemelut berkepanjangan mengenai nasib guru honorer belum terlihat adanya solusi antara ke dua belah pihak.
Baca Juga : Dampak Covid-19, Beasiswa LPDP ke Luar Negeri Ditunda Tahun Depan
Yakni antara guru tidak tetap (GTT) maupun pemerintah sebagai pengambil kebijakan dalam persoalan tersebut.
Bahkan, persoalan tersebut di Kabupaten Malang membuat para siswa khususnya di beberapa sekolah dasar negeri (SDN) terganggu aktifitas belajar mengajarnya.
Dikarenakan para GTT melakukan aksi mogok mengajar beberapa hari ini.
Berbagai kebijakan dari pemerintah pusat yang dirasa tidak memperhatikan aspirasi para GTT inilah yang membuat berbagai aksi terjadi di dunia pendidikan. Baik melalui demo damai, mogok mengajar sampai pada aksi terbilang kreatif dari salah satu guru di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) bernama Cahyo.
Cahyo menurut komentar warganet merupakan guru di SDN 2 Karangtalun Kidul, Purwojati, Banyumas, Jateng.
Ia menyampaikan kesedihanna melalui cover lagu Siti Badriah berjudul Lagi Syantik dengan gaya ngapak (banyumas-an).
“Inyong lagi bakti…ti…ti…ti…ti…Presidenku dina siki inyong mumet. Mumet ora teyeng kerja. Sebabne bensine langka. Presidenku rungokna inyong ngomong. Arep ora ngarang ngorong. Apa maning karo corong. Presidenku bojoku melu mumet. Mumet ora bisa liwet. Aja prentah kon mangan suket. Presidenku honorku satus sewu. Nggo tuku Lombok terasi.Ora ngimpi tukune mersi…BAkti bakti gini ya pengin layak gaji.Inyong lagi bakti puyeng setengah mati…”.
Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!
Begitulah lirik lagu Lagi Syantik yang diplesetkan oleh Cahyo dan diunggah oleh akun Profesor Ndeso yang telah dilihat oleh 6.768 kali warganet sampai saat ini, Kamis (27/8/2018).
Profesor Ndeso menuliskan di bawah video yang diunggahkan ke YouTube, bahwa Video lagi Bakti, cover dari lagi syantik, ini dibuat dan didedikasikan untuk hiburan sekaligus sebagai unek-unek para guru honorer wiyata bhakti se Indonesia.
Mudah-mudahan video ini didengar oleh para hati nurani pembuat kebijakan di negara Indonesia.
Sontak saja warganet pun mengapresiasi kreativitas Cahyo dalam menyampaikan aspirasinya kepada para pejabat pusat atas nasib para GTT selama ini. Gangsar Febri berkomentar, “Patut di viralkan vidionya pak, biar bisa sampai ke sono hehehhe. Salam guru honorer Purbalingga,” yang dibalas oleh Profesor Ndeso, “monggo,,biar didengar oleh para pembuat kebijakan, nelangsa mbok, sdh hampir satu Abad Indonesia merdeka guru honorer masih perjuangan terus,”.
Akun ResmiDewiWana Purba menuliskan bahwa dia sangat mengapresiasi karya curahan hati tersebut.
“Lagu nya bagus. Enak di dengar. Semoga para Guru Honorer semakin diperhatikan oleh pemerintah. Tetap semangat Para Guru Indonesia,” tulisnya senada dengan akun kabar wow yang menyatakan, “kreatif..tp aku kok jadi sedih,, hidup guru honorer!!!,”.
Akun bernama amin naira juga menyampaikan rasa mirisnya atas nasib GTT dengan menyampaikan, “mirisnya jasa guru yg mencetak orang berprestasi dan jdi pemimpin2 gak di perhatikan...masak gaji 300ribu...kenapa nggak di perhatikan pengabdian guru,” tulisnya.
